Riset dan Kajian Seabad Muhammadiyah

Riset dan Kajian Seabad Muhammadiyah Link Artikel : http://repository.uhamka.ac.id/58/ Author : Abstrak : Silahkan Download di : http://repository.uhamka.ac.id/58/1/Riset%20dan%20Kajian%20Seabad%20Muhammadiyah.pdf

Published
Categorized as Repository

Muhammadiyah Versi Ahmad Dahlan (GAGASANNYA YANG HAMPIR MATI DAN TERLUPAKAN)

Sejarah berdirinya suatu organisasi tidak dapat dipisahkan dari gagasan dan pikiran pendirinya Sebab orang-orang yang kemudian bergabung menjadi anggota secara sadar telah menyepakati dasar dan tujuan organisasi tersebut yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari gagasan para pendirinya PSII tidak mungkin dipisahkan dengan HOS Cokroaminoto NU tidak mungkin dipisahkan dengan Hasyim Asyaari Demikian juga Muhammadiyah tidak mungkin dipisahkan dari Ahmad Dahlan Dengan demikian gagasan dan pikiran yang muncul kemudian tidak mungkin dipisahkan dari pikiran dan gagasan awal (para) pendirinya, (Moh Djasman Al-Kindi; sala seorang pencetus berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan menjadi ketua umum pertama DPP IMM)
Gagasan Ahmad Dahlan yang terpilih adalah bagaimana dapatnya mengamalkan ayat-ayat al-Quran Dengan demikian Muhammadiyah sebagai organisasi senantiasa diikhtiarkan untuk menjadi tempat untuk mengkaji Al-Qur`an sekaligus menjadi tempat bermusyawarah untuk mengamalkannya Oleh karenanya Muhammadiyah tidak mungkin terpisah dari tiga prinsip yakni ; Pengkajian Al-Quran, Musyawarah dan amal, yang saat ini hampir mati ; antara ada dan tiada.

Published
Categorized as Repository

Tapak Persamaan Asal Usul Gerakan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (Nu) di Indonesia

Muhammadiyah was established by Kiyai Ahmad Dahlan 1912 began first founded the institution’s
because the situation and circumstances of Muslims who suffered various setbacks disebab by
ignorance and frozen in thinking in understanding the teachings of the religion. While the
Nahdlatul Ulama (NU) instituted by the Kiyai-Kiyai (1926) in East Java province with commenced
founded the institution Taswirul Afkar in 1914 M. Establishment of schools is either done by
the founder Muhammadiyah and NU is in an effort to meet the needs of society and the context
of the struggle for independence, and also as one of the key strategic intelligence to fight the
invaders. Strategic intelligence is either done by the Kiyai Ahmad Dahlan nor by Kiyai- Kiyai
new young home from Mecca as K.H. Mas Mansyur with K.H. Abdul Wahab Chasbullah and
others. The same feeling, due to the State of the nation is still colonized by Foreign Nations so
as to force those who recently return from Mecca for creative thinking by making a smart idea
according to capacity which has been eaten, in order to deal with circumstances that plagued his
nation. This, it is interesting to review of the origin of the appearance of movement Muhammadiyah
and Nahdlatul Ulama (NU) in Indonesia, which is mainly about the history of the site of the
second equation – both these organizations. Although, the Organization of Muhammadiyah
and NU, is equally religious social movement organizations are sourced from the result of
thoughts and musings by Indonesia students who learn from Mecca at the time. Views can be
seen from: the history of the movement, thought and influence of the marriage, the teacher and
the taught, the granting of a degree as a national hero, the real work of the forum and dialogue
to exchange thoughts, and his education as a charitable effort movement

Published
Categorized as Repository

ANALISIS KORELASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 3 LURANGUNG KUNINGAN JAWA BARAT

Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi antara kemampuan berpikir kreatif matematik dengan hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri Luragung Kuningan Jawa Barat. Peserta didik diberikan tes kemampuan berpikir kreatif matematik dan test hasil belajar matematika. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Luragung, Kuningan, Jawa Barat, sedangkan sampel yang diambil adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Luragung, Kuningan, Jawa Barat yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kreatif matematik dan hasil belajar matematika. Setelah dilakukan analisis Varians didapat regresi linier dan pengujian keberartian regresi yang signifikan. Dari hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,559 dilanjutkan dengan uji t-student diperoleh 3,631. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir kreatif matematik dengan hasil belajar matematika siswa dan kemampuan berpikir kreatif matematik memberikan kontribusi sebesar 31,2 % terhadap hasil belajar matematika siswa.

Published
Categorized as Repository

TAPAK PERBEZAAN ASAL USUL GERAKAN MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA (NU) DI INDONESIA

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah dua organisasi sosial keagamaan yang dikenali
oleh seantero masyarakat. Hal ini menyebabkan ia mendapat perhatian daripada para
pengkaji untuk diselongkar rahsia-rahsia ilmiah, yang melibatkan para ilmuan tempatan
mahupun antarabangsa. Selain itu, ia juga disebabkan oleh struktur kepimpinan yang tersusun
rapi dan kukuh, bermula dari peringkat bawahan sehingga ke peringkat pusat (keseluruhan).
Gerakan Muhammadiyah mula ditubuhkan pada tahun 1912 oleh Kiyai Ahmad Dahlan
kerana keadaan masyarakat Islam Indonesia pada ketika itu yang mengalami kemunduran dan
kebekuan dalam berfikir terutamanya tentang kepercayaan masyarakat yang masih kuat
berpegang kepada perkara-perkara tahayul, bidaah, dan khurafat. Manakala Nahdlatul Ulama
pula ditubuhkan pada tahun 1926 oleh persatuan Kiyai-Kiyai di Jawa Timur, melalui pelbagai
konflik, antaranya berlakunya perbezaan pendapat antara KH. Wahab Chasbullah dengan KH.
Mas Mansyur dalam persatuan Taswir al-Afkar atau Nahdlatul Wathan (1916), serta masalah
Kongres al-Islam Hindia Timur (1926) yang diadakan oleh Raja Ibn Saud di Mekah. Justeru
itu, ia menjadi sangat menarik untuk dikaji terutamanya berkaitan dengan asal usul wujudnya
gerakan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Indonesia serta perbezaan sejarah antara
kedua-dua organisasi tersebut. Walaupun organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama
hanyalah organisasi bersifat gerakan sosial keagamaan, namun terdapat perbezaan dalam
proses penubuhan gerakannya, yang melibatkan sejarah asal usul gerakan dan penubuhan,
karya penulisan dan pekerjaan para pengasasnya, langkah-langkah monumental, faktor-faktor
yang menyokong serta institusi pendidikannya. Perbezaan-perbezaan tersebut turut
mempengaruhi dinamika gerakan pendidikan masing-masing

Published
Categorized as Repository

Asal usul gerakan pendidikan Muhammadiyah di Indonesia.

Sejarah penubuhan suatu organisasi tidak dapat dipisahkan daripada gagasan dan pemikiran pengasasnya. Orangorang
yang bergabung menjadi ahli secara sedar telah bersetuju dengan dasar dan matlamat organisasi tersebut
yang pada hakikatnya adalah perwujudan daripada gagasan para pengasasnya. Demikian halnya dengan
Muhammadiyah, di Indonesia tidak mungkin dipisah daripada Ahmad Dahlan sebagai pengasasnya. Lebih asas
lagi, kelahirannya sebagai gerakan Islam melalui sistem organisasi juga memperolehi rujukan teologi, sebagaimana
tercermin dalam pemaknaan atapun tafsiran surah al-Quran Cali Imran ayat 104. Artikel ini menggunakan metodologi
kualitatif bersifat deskriptif analitikal, iaitu tulisan yang berusaha menggambarkan data yang sesuai keadaannya.
Dalam memformat gerakan Muhammadiyah dalam konteks kelahirannya bukan hanya semata-mata teknikal tetapi
juga didasari pada rujukan keagamaan yang selama ini melekat dalam alam fikiran para ulama mengenai Kaedah
“mâ lâ yatimm al-wâjib illâ bihi fa huwâ wâjib”, ertinya sekiranya suatu urusan tidak akan sempurna manakala
tanpa alat, maka alat itu menjadi wajib adanya. Hal inilah yang membuat gerakan Muhammadiyah, terutama di
bidang lembaga pendidikan semakin laju sejak didirikannya pada tahun 1912 hingga tahun 2010 telah berjumlah
16,942 buah.

Published
Categorized as Repository

VOCABULARY STRATEGIES

Before presenting the notion of vocabulary strategies, it is necessary to know what language learning strategies mean. The term of language learning strategies has been associated with the four basic skills such as, listening, speaking, reading, and writing.lt also deals with other skill areas as well. For example, there are strategies associated with vocabulary and translation. But what are actually language learning strategies?

Published
Categorized as Repository

CONTROLLING AGGRESSIVE INSTINCT FOR PEACE

At present, the escalation of violence has been intense nationally and globally due to variety of reasons such as religions, human rights, culture, and politics. The violence has threatened the peace, harmony, and plurality in the community. One of the main sources of the violence is the uncontrolled aggressive instinct of the human being. In line with this issue, this article attempts to reintroduce religious, cultural, and social values that the people can use to control their provocative aggressive instinct and transform it into good deeds for the sake of the peace and harmony among the pluralistic society.

Published
Categorized as Repository

DI BALIK WAJAH “ANGKER” PAK ANTON

Prof. Anton Moeliono itu sosok dosen yang idealis, disiplin, perfeksionis dan “angker” inilah yang sering dikesankan oleh hamper semua mahasiswa yang pernah menjadi didikan beliau, tidak terkecuali penulis sendiri yang pernah menjadi mahasiswanya di program S-2 LTBI dan S-3 LTBI Unika Atma Jaya Jakarta. Kenpa Pak Anton itu idealis, disiplin, dan perfeksionis? Tidak perlu dijabarkan ditulisan pendek ini, karena hamper seluruh orang mengenal beliau tahu jawabannya bahkan diyakini lebih tahu dari penulis. Yang perlu disampaikan di sini adalah sisi “angker” –nya yang ternyata di balik itu adalah wujud sangat perhatian beliau terhadap mahasiswanya

Published
Categorized as Repository

PEMBELAJARAN LINGUISTIK BERBASIS PENDEKATAN HOLISTIK

Pendekatan pembelajaran holistic didasarkan pada filsafat pendidikan yang mengasumsikan bahwa peserta didik akan mendapatkan hasil pembelajaran yang bermakna untuk diri dan hidupnya bila proses pembelajaran dilakukan melalui hubungan antara dirinyadengan masyarakat, lingkungan alam, dan nilai-nilai spiritual (agama).

Published
Categorized as Repository