Hasil Peer Review 2. IJI
Hasil Peer Review 2. IJI
Hasil Peer Review 2. IJI
Hasil Peer Review 1. The New Educational Review
Hasil Peer Review 1. The New Educational Review
Hasil Peer Review 1. The New Educational Review
Hasil Peer Review 1. The New Educational Review
Identifikasi Rhodamin B dalam Lipstik dengan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-VIS
Tujuan: Keberadaan lipstik di pasaran harus terus mendapatkan pengawasan terhadap penggunaan bahan-bahan berbahaya, khususnya pewarna yang dilarang digunakan dalam kosmetik. Rhodamin B merupakan zat warna kimia sintetik yang biasa digunakan untuk mewarnai berbagai macam tekstil.Namun Rhodamin B sering disalahgunakan untuk mewarnai berbagai macam kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan pewarna berbahaya Rhodamin B pada sediaan lipstik yang beredar di pasar Jakarta Timur. Metode: Survei pasar yang diperoleh 11 jenis lipstik dengan merk yang berbeda. Teknik samplingnya menggunakan teknik Judgement Sampling, sampling dilakukan berdasarkan lokasi pengambilan sampel yang mutlak ditentukan sendiri oleh peneliti. Pada uji pendahuluan dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yaitu sampel yang diperoleh dipreparasi untuk menghilangkan zat pengganggu, kemudian dilarutkan dengan menggunakan metanol, lalu ditotolkan pada kromatografi lapis tipis. Tahap selanjutnya yaitu sampel positif dari uji pendahuluan diekstraksi dengan menggunakan eter, kemudian diidentifikasi dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis untuk uji konfirmasi. Hasil: Hasil identifikasi dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis diperoleh data bahwa dari 11 sampel, terdapat 1 sampel lipstik yang positif mengandung Rhodamin B (9,09 % dari 11 sampel). Kesimpulan: 11 sampel lipstik yang beredar di empat pasar di wilayah Jakarta Timur yang diidentifikasi terdapat 1 sampel (9,090% dari 11 sampel ) yang mengandung zat warna Rhodamin B.
Identifikasi Rhodamin B dalam Lipstik dengan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-VIS
Tujuan: Keberadaan lipstik di pasaran harus terus mendapatkan pengawasan terhadap penggunaan bahan-bahan berbahaya, khususnya pewarna yang dilarang digunakan dalam kosmetik. Rhodamin B merupakan zat warna kimia sintetik yang biasa digunakan untuk mewarnai berbagai macam tekstil.Namun Rhodamin B sering disalahgunakan untuk mewarnai berbagai macam kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan pewarna berbahaya Rhodamin B pada sediaan lipstik yang beredar di pasar Jakarta Timur. Metode: Survei pasar yang diperoleh 11 jenis lipstik dengan merk yang berbeda. Teknik samplingnya menggunakan teknik Judgement Sampling, sampling dilakukan berdasarkan lokasi pengambilan sampel yang mutlak ditentukan sendiri oleh peneliti. Pada uji pendahuluan dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yaitu sampel yang diperoleh dipreparasi untuk menghilangkan zat pengganggu, kemudian dilarutkan dengan menggunakan metanol, lalu ditotolkan pada kromatografi lapis tipis. Tahap selanjutnya yaitu sampel positif dari uji pendahuluan diekstraksi dengan menggunakan eter, kemudian diidentifikasi dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis untuk uji konfirmasi. Hasil: Hasil identifikasi dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis diperoleh data bahwa dari 11 sampel, terdapat 1 sampel lipstik yang positif mengandung Rhodamin B (9,09 % dari 11 sampel). Kesimpulan: 11 sampel lipstik yang beredar di empat pasar di wilayah Jakarta Timur yang diidentifikasi terdapat 1 sampel (9,090% dari 11 sampel ) yang mengandung zat warna Rhodamin B.
Hasil Peer Review 1. The New Educational Review
Hasil Peer Review 1. The New Educational Review
Identifikasi Rhodamin B dalam Lipstik dengan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-VIS
Tujuan: Keberadaan lipstik di pasaran harus terus mendapatkan pengawasan terhadap penggunaan bahan-bahan berbahaya, khususnya pewarna yang dilarang digunakan dalam kosmetik. Rhodamin B merupakan zat warna kimia sintetik yang biasa digunakan untuk mewarnai berbagai macam tekstil.Namun Rhodamin B sering disalahgunakan untuk mewarnai berbagai macam kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan pewarna berbahaya Rhodamin B pada sediaan lipstik yang beredar di pasar Jakarta Timur. Metode: Survei pasar yang diperoleh 11 jenis lipstik dengan merk yang berbeda. Teknik samplingnya menggunakan teknik Judgement Sampling, sampling dilakukan berdasarkan lokasi pengambilan sampel yang mutlak ditentukan sendiri oleh peneliti. Pada uji pendahuluan dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yaitu sampel yang diperoleh dipreparasi untuk menghilangkan zat pengganggu, kemudian dilarutkan dengan menggunakan metanol, lalu ditotolkan pada kromatografi lapis tipis. Tahap selanjutnya yaitu sampel positif dari uji pendahuluan diekstraksi dengan menggunakan eter, kemudian diidentifikasi dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis untuk uji konfirmasi. Hasil: Hasil identifikasi dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis diperoleh data bahwa dari 11 sampel, terdapat 1 sampel lipstik yang positif mengandung Rhodamin B (9,09 % dari 11 sampel). Kesimpulan: 11 sampel lipstik yang beredar di empat pasar di wilayah Jakarta Timur yang diidentifikasi terdapat 1 sampel (9,090% dari 11 sampel ) yang mengandung zat warna Rhodamin B.
Determination of Captopril in Rat Plasma by LC-MS/MS in Presence of Apigenin
To determine and validate of captopril in presence of apigenin by liquid chromatography-tandem mass spectrometry
(LC-MS/MS) in rat plasma. The captopril and apigenin were extracted from rat plasma by protein
precipitation with acetonitrile. Sample containing captopril and apigenin were analyzed by using LC-MS/MS with
C18 column Acquity® (100 mm×2�1 mm), 1.7 �m particles size column at 40 �C. The gradient system of mobile
phase composition was a mixture of 0.1% formic acid and acetonitrile (60; 40 v/v), with flow rate 0.3 ml/second.
Mass detection was performed on Waters Xevo Triple Quadrupole equipped with an electrospray ionization
(ESI) source in positive ion mode in the multiple reaction monitoring (MRM) modes. Captopril was detected
at m/z 415 > 216�16, apigenin was detected at m/z 271�13 > 153�07 and propranolol an internal standard was
detected at m/z 260 > 183�17. Results: The method was validated according to EMEA guidelines which showed
good reproducibility and linearity of 0.9992, the LLOQ were 10 ng/ml for captopril. The precision (%CV) value of
Within-run and between-run analysis is 3.90–10.90% and 3.77–8.13% whereas the accuracy (%diff) of captopril
was less than 20%. Stability studies revealed that captopril has been stable for 6 hours at room temperature,
three freeze-thaw cycles, and at least 120 days at −40 �C. Conclusion: The developed LC-MS/MS method
is valid to evaluate captopril in present of apigenin in vitro and meet the requirement of linearity, accuracy,
selectivity, precision, matrix effect, and stability according to EMEA 2011.
Determination of Captopril in Rat Plasma by LC-MS/MS in Presence of Apigenin
To determine and validate of captopril in presence of apigenin by liquid chromatography-tandem mass spectrometry
(LC-MS/MS) in rat plasma. The captopril and apigenin were extracted from rat plasma by protein
precipitation with acetonitrile. Sample containing captopril and apigenin were analyzed by using LC-MS/MS with
C18 column Acquity® (100 mm×2�1 mm), 1.7 �m particles size column at 40 �C. The gradient system of mobile
phase composition was a mixture of 0.1% formic acid and acetonitrile (60; 40 v/v), with flow rate 0.3 ml/second.
Mass detection was performed on Waters Xevo Triple Quadrupole equipped with an electrospray ionization
(ESI) source in positive ion mode in the multiple reaction monitoring (MRM) modes. Captopril was detected
at m/z 415 > 216�16, apigenin was detected at m/z 271�13 > 153�07 and propranolol an internal standard was
detected at m/z 260 > 183�17. Results: The method was validated according to EMEA guidelines which showed
good reproducibility and linearity of 0.9992, the LLOQ were 10 ng/ml for captopril. The precision (%CV) value of
Within-run and between-run analysis is 3.90–10.90% and 3.77–8.13% whereas the accuracy (%diff) of captopril
was less than 20%. Stability studies revealed that captopril has been stable for 6 hours at room temperature,
three freeze-thaw cycles, and at least 120 days at −40 �C. Conclusion: The developed LC-MS/MS method
is valid to evaluate captopril in present of apigenin in vitro and meet the requirement of linearity, accuracy,
selectivity, precision, matrix effect, and stability according to EMEA 2011.