Optimization of The Concentration of Citric Acid and Tartaric Acid (1:2) as The Acid Source Reviewed of The Physical Properties of Noni Juice Effervescent Granules

Noni (Morinda citrifolia L.) has many benefits to heal or keep the body fit. One of them is as food supplement. In this research, noni was prepared as the effervescent granules using combination of citric acid and tartaric acid(1:2) as the source of acid. Noni fruit was processed to becomejuice then dried by the spray drying process. ARerthat, “it was made into effervescent granules by wef granulation method with the source of the acid concentration of 10, 15, 20, and 25%. The result of angle of repose test were: FI 29°,52″, Fll 29°,35“; FIII 28°,50“and 28°,20″ FIV. the dissolving result of 10 g effervescent granules were: FI 134 sec; FII 117 seconds; Flll 88 seconds; FIV 63 seconds. Based on the results of statistical analysis one way ANOVA on angle of repose, sig value (0.001) <a (0.05), sig value of dissolving was (0.000) <o (0.05). Therefore, there am significant differences in each formula. The Tukey test result in the repose angle indicates the difference of 5% acid consentration did not give different physical properties. However the difference in acid concentration of 10% gave a difference ofphysical properties for the repose angle of effervescent granules. Tukey test result on the speed ofdissolving, showed fhaf an acid concentration difference in all the formulas gave different physical properties. It can be concluded that the concentration of 25% combination of citric acid and tartaric acid (1:2) as the source of acid in the effervescent granules of Nonijuice is the best concentration. Xejrwords: Optimization, effervescent granules, Nonijuice

Optimization of The Concentration of Citric Acid and Tartaric Acid (1:2) as The Acid Source Reviewed of The Physical Properties of Noni Juice Effervescent Granules

Noni (Morinda citrifolia L.) has many benefits to heal or keep the body fit. One of them is as food supplement. In this research, noni was prepared as the effervescent granules using combination of citric acid and tartaric acid(1:2) as the source of acid. Noni fruit was processed to becomejuice then dried by the spray drying process. ARerthat, “it was made into effervescent granules by wef granulation method with the source of the acid concentration of 10, 15, 20, and 25%. The result of angle of repose test were: FI 29°,52″, Fll 29°,35“; FIII 28°,50“and 28°,20″ FIV. the dissolving result of 10 g effervescent granules were: FI 134 sec; FII 117 seconds; Flll 88 seconds; FIV 63 seconds. Based on the results of statistical analysis one way ANOVA on angle of repose, sig value (0.001) <a (0.05), sig value of dissolving was (0.000) <o (0.05). Therefore, there am significant differences in each formula. The Tukey test result in the repose angle indicates the difference of 5% acid consentration did not give different physical properties. However the difference in acid concentration of 10% gave a difference ofphysical properties for the repose angle of effervescent granules. Tukey test result on the speed ofdissolving, showed fhaf an acid concentration difference in all the formulas gave different physical properties. It can be concluded that the concentration of 25% combination of citric acid and tartaric acid (1:2) as the source of acid in the effervescent granules of Nonijuice is the best concentration. Xejrwords: Optimization, effervescent granules, Nonijuice

FORMULASI SEDIAAN GEL KOLAGEN IKAN TUNA (Thunnus albacares) DENGAN HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA (HPMC) SEBAGAI GELLING AGENT

Cera alba merupakan lilin yang didapatkan dari sarang lebah Apis malifera. Cera alba
memiliki kegunaan sebagai pengikat minyak dan peningkat titik leleh. Buah bit (Beta vulgaris
L.) merupakan bahan alam yang mengandung betanin sebagai zat warna. Pada penelitian
ini sari buah kental bit digunakan sebagai pewarna dalam bentuk sediaan lipgloss dengan
menggunakan cera alba sebagai wax yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan
konsentrasi cera alba terhadap nilai viskositas lipgloss sari buah bit. Lipgloss sari buah bit
dibuat dalam 4 formula dengan konsentrasi cera alba yang berbeda-beda yaitu : 3, 4, 5,
dan 6%. Tiap formula di evaluasi meliputi organoleptis , homogenitas, viskositas, freeze
thaw, dan sentrifugasi. Hasil penelitian menunjukan terjadinya peningkatan nilai viskositas
lipgloss sari buah bit seiring dengan meningkatnya konsentrasi cera alba. Hasil statistik
ANOVA menunjukan p<0,05 yang menyatakan terdapat perbedaan nilai viskositas yang
bermakna antara formula 1-4. Maka dapat disimpulkan semakin meningkat konsentrasi
cera alba semakin meningkat nilai viskositas.

FORMULASI SEDIAAN GEL KOLAGEN IKAN TUNA (Thunnus albacares) DENGAN HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA (HPMC) SEBAGAI GELLING AGENT

Cera alba merupakan lilin yang didapatkan dari sarang lebah Apis malifera. Cera alba
memiliki kegunaan sebagai pengikat minyak dan peningkat titik leleh. Buah bit (Beta vulgaris
L.) merupakan bahan alam yang mengandung betanin sebagai zat warna. Pada penelitian
ini sari buah kental bit digunakan sebagai pewarna dalam bentuk sediaan lipgloss dengan
menggunakan cera alba sebagai wax yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan
konsentrasi cera alba terhadap nilai viskositas lipgloss sari buah bit. Lipgloss sari buah bit
dibuat dalam 4 formula dengan konsentrasi cera alba yang berbeda-beda yaitu : 3, 4, 5,
dan 6%. Tiap formula di evaluasi meliputi organoleptis , homogenitas, viskositas, freeze
thaw, dan sentrifugasi. Hasil penelitian menunjukan terjadinya peningkatan nilai viskositas
lipgloss sari buah bit seiring dengan meningkatnya konsentrasi cera alba. Hasil statistik
ANOVA menunjukan p<0,05 yang menyatakan terdapat perbedaan nilai viskositas yang
bermakna antara formula 1-4. Maka dapat disimpulkan semakin meningkat konsentrasi
cera alba semakin meningkat nilai viskositas.

FORMULASI SEDIAAN GEL KOLAGEN IKAN TUNA (Thunnus albacares) DENGAN HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA (HPMC) SEBAGAI GELLING AGENT

Cera alba merupakan lilin yang didapatkan dari sarang lebah Apis malifera. Cera alba
memiliki kegunaan sebagai pengikat minyak dan peningkat titik leleh. Buah bit (Beta vulgaris
L.) merupakan bahan alam yang mengandung betanin sebagai zat warna. Pada penelitian
ini sari buah kental bit digunakan sebagai pewarna dalam bentuk sediaan lipgloss dengan
menggunakan cera alba sebagai wax yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan
konsentrasi cera alba terhadap nilai viskositas lipgloss sari buah bit. Lipgloss sari buah bit
dibuat dalam 4 formula dengan konsentrasi cera alba yang berbeda-beda yaitu : 3, 4, 5,
dan 6%. Tiap formula di evaluasi meliputi organoleptis , homogenitas, viskositas, freeze
thaw, dan sentrifugasi. Hasil penelitian menunjukan terjadinya peningkatan nilai viskositas
lipgloss sari buah bit seiring dengan meningkatnya konsentrasi cera alba. Hasil statistik
ANOVA menunjukan p<0,05 yang menyatakan terdapat perbedaan nilai viskositas yang
bermakna antara formula 1-4. Maka dapat disimpulkan semakin meningkat konsentrasi
cera alba semakin meningkat nilai viskositas.

PENGARUH KOMBINASI SUKROSA DAN FRUKTOSA CAIR SEBAGAI PEMANIS TERHADAP SIFATFISIK KEMBANG GULA JELI SARI BUAH PARE (Momordica charantia L.)

Buah pare (Momordica charantia L) secara tradisional digunakan sebagai peluruh dahak, menambah nafsu makan, penurun panas dan penyegar badan. Adapun kandungan dari buah pare diantaranya karantin, hydroxytryptamine, glikosida cucurbitacin, vitamin A, B dan C. Penelitian
ini menggunakan kombinasi sukrosa dan fruktosa cair sebagai pemanis dengan penambahan NaCI pada buah pare dalam pembuatan kembang gula jeli. Perbandingan antara sukrosa dan fruktosa cair adalah 1:2. Penggunaan kombinasi sukrosa dan fruktosa dalam kembang gula jeli divariasikan dari konsentrasi 25, 30, 35 dan 405. Parameter yang diamati untuk mengetahui sifat fisik kembang gula jeli meliputi kekerasan, kelengketan dan kekenyalan serta uji kesukaan untuk melihat tingkat kesukaan panelis terhadap produk yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi sukrosa dan fruktosa cair yang digunakan dalam
pembuatan kembang gula jeli akan mengakibatkan penurunan kekerasan dan kekenyalan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemanis akan mempengaruhi sifat fisik kembang gula jeli yang dilihat dari kekerasan dan kekenyalan. Datauji chi-sguare dengan menggunakan panelis berjumlah 20 orang dapat disimpulkan bahwa tingkat kemanisan yang disukai panelis adalah formula 4 dan untuk tingkat penampilan panelis lebih menyukai formula 1.

PENGARUH KOMBINASI SUKROSA DAN FRUKTOSA CAIR SEBAGAI PEMANIS TERHADAP SIFATFISIK KEMBANG GULA JELI SARI BUAH PARE (Momordica charantia L.)

Buah pare (Momordica charantia L) secara tradisional digunakan sebagai peluruh dahak, menambah nafsu makan, penurun panas dan penyegar badan. Adapun kandungan dari buah pare diantaranya karantin, hydroxytryptamine, glikosida cucurbitacin, vitamin A, B dan C. Penelitian
ini menggunakan kombinasi sukrosa dan fruktosa cair sebagai pemanis dengan penambahan NaCI pada buah pare dalam pembuatan kembang gula jeli. Perbandingan antara sukrosa dan fruktosa cair adalah 1:2. Penggunaan kombinasi sukrosa dan fruktosa dalam kembang gula jeli divariasikan dari konsentrasi 25, 30, 35 dan 405. Parameter yang diamati untuk mengetahui sifat fisik kembang gula jeli meliputi kekerasan, kelengketan dan kekenyalan serta uji kesukaan untuk melihat tingkat kesukaan panelis terhadap produk yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi sukrosa dan fruktosa cair yang digunakan dalam
pembuatan kembang gula jeli akan mengakibatkan penurunan kekerasan dan kekenyalan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemanis akan mempengaruhi sifat fisik kembang gula jeli yang dilihat dari kekerasan dan kekenyalan. Datauji chi-sguare dengan menggunakan panelis berjumlah 20 orang dapat disimpulkan bahwa tingkat kemanisan yang disukai panelis adalah formula 4 dan untuk tingkat penampilan panelis lebih menyukai formula 1.

PENGARUH KOMBINASI SUKROSA DAN FRUKTOSA CAIR SEBAGAI PEMANIS TERHADAP SIFATFISIK KEMBANG GULA JELI SARI BUAH PARE (Momordica charantia L.)

Buah pare (Momordica charantia L) secara tradisional digunakan sebagai peluruh dahak, menambah nafsu makan, penurun panas dan penyegar badan. Adapun kandungan dari buah pare diantaranya karantin, hydroxytryptamine, glikosida cucurbitacin, vitamin A, B dan C. Penelitian
ini menggunakan kombinasi sukrosa dan fruktosa cair sebagai pemanis dengan penambahan NaCI pada buah pare dalam pembuatan kembang gula jeli. Perbandingan antara sukrosa dan fruktosa cair adalah 1:2. Penggunaan kombinasi sukrosa dan fruktosa dalam kembang gula jeli divariasikan dari konsentrasi 25, 30, 35 dan 405. Parameter yang diamati untuk mengetahui sifat fisik kembang gula jeli meliputi kekerasan, kelengketan dan kekenyalan serta uji kesukaan untuk melihat tingkat kesukaan panelis terhadap produk yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi sukrosa dan fruktosa cair yang digunakan dalam
pembuatan kembang gula jeli akan mengakibatkan penurunan kekerasan dan kekenyalan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemanis akan mempengaruhi sifat fisik kembang gula jeli yang dilihat dari kekerasan dan kekenyalan. Datauji chi-sguare dengan menggunakan panelis berjumlah 20 orang dapat disimpulkan bahwa tingkat kemanisan yang disukai panelis adalah formula 4 dan untuk tingkat penampilan panelis lebih menyukai formula 1.

PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI CERA ALBA SEBAGAI WAX TERHADAP NILAI VISKOSITAS LIPGLOSS SARI BUAH BIT (Beta vulgaris L.)

Cera alba is purified wax from the honeycomb of the bee Apis Mallifera. Cera alba used as
binder oil and might increase the melting point of lip base. Beet (Beta vulgaris L.) is a
natural substance contains betanin as natural colorant. In this study, beet juice was used
as colorant in the form of lipgloss with cera alba as wax. The objective of this study is to
determine the effect of increasing concentration of cera alba on the viscosity of beet
lipgloss. The lipgloss was formulated in 4 formulas at various cera alba concentration : 3,
4, 5, and 6%, respectively. Each formula was evaluated for organoleptic, homogenity, and
viscosity. The results showed that the viscosity of beet juice lipgloss increased with the
increase in cera alba concentration. One-way ANOVA statistical analysis showed that p<0.05
which means there were significant differences among all formula. The conclusion

PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI CERA ALBA SEBAGAI WAX TERHADAP NILAI VISKOSITAS LIPGLOSS SARI BUAH BIT (Beta vulgaris L.)

Cera alba is purified wax from the honeycomb of the bee Apis Mallifera. Cera alba used as
binder oil and might increase the melting point of lip base. Beet (Beta vulgaris L.) is a
natural substance contains betanin as natural colorant. In this study, beet juice was used
as colorant in the form of lipgloss with cera alba as wax. The objective of this study is to
determine the effect of increasing concentration of cera alba on the viscosity of beet
lipgloss. The lipgloss was formulated in 4 formulas at various cera alba concentration : 3,
4, 5, and 6%, respectively. Each formula was evaluated for organoleptic, homogenity, and
viscosity. The results showed that the viscosity of beet juice lipgloss increased with the
increase in cera alba concentration. One-way ANOVA statistical analysis showed that p<0.05
which means there were significant differences among all formula. The conclusion