PENGARUH BEBAN KERJA DAN MOTIVASI PEGAWAI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI BIRO UMUM KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh beban kerja dan
motivasi pegawai terhadap kualitas pelayanan di Biro Umum Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif untuk menentukan pengaruh
antar variabel dalam sebuah populasi dengan melakukan pengukuran antar variabel pada
sebelum dan sesudahnya untuk melihat pengaruh sebab-akibat dari fenomena yang diteliti
melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Biro Umum Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia.
Hasil temuan hubungannya motivasi pegawai atas beban kerja signifikan dan
linier memiliki koefisien korelasi r12= 0,285 pada taraf  = 0,05 maupun  = 0,01
sehingga setiap perubahan motivasi pegawai ditentukan oleh Beban kerja, kualitas
pelayanan atas beban kerja tidak signifikan dan tidak linier memiliki koefisien korelasi
r13= 0,118 pada taraf  = 0,05 maupun  = 0,01 sehingga setiap perubahan kualitas
pelayanan tidak ditentukan oleh Beban kerja, begitu juga kualitas pelayanan atas motivasi
pegawai signifikan dan linier memiliki koefisien korelasi r23= 0,115 pada taraf  = 0,05
sehingga setiap kualitas pelayanan tidak ditentukan oleh motivasi pegawai
Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan secara komposisi individual,
keberhasilan kualitas pelayanan sebagian besar ditentukan oleh beban kerja melalui
motivasi pegawai, hal tersebut karena beban kerja melalui motivasi pegawai secara tidak
langsung dapat meningkatkan kualitas pelayanan, sedangkan motivasi pegawai sebagai
penunjang karyawan dalam melaksanakan tugas utamanya.

PENGARUH KEBIJAKAN ALOKASI ASET DAN TINGKAT RESIKO TERHADAP KINERJA REKSADANA SAHAM YANG TERDAFTAR DI OTORITAS JASA KEUANGAN PADA TAHUN 2014-2015

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan alokasi aset dan menganalisis
tingkat risiko atas keputusan kinerja reksadana saham yang terdaftar di Otoritas Jasa
Keuangan.
Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu dengan mendapatkan data
informasi yang yang berupa simbol angka atau bilangan. Berdasarkan simbol-simbol angka
tersebut, perhitungan secara kuantitatif dapat dilakukan untuk menghasilkan suatu
kesimpulan yang berlaku umum di dalam suatu parameter. Data yang dipergunakan untuk
mendukung analisis dan pengujian hipoPenelitian adalah data yang diambil secara
langsung di kantor Otoritas Jasa Keuangan sebagai sumber data NAB reksadana saham,
dan Lembaga Keuangan, dan Dunia Investasi SBI yang diambil dari situs BI, prospektus
reksadana yang diambil dari masing-masing perusahaan yang mengelola reksadana saham.
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel Analisis Kebijakan
Alokasi Aset, Kinerja Manajer Investasi, dan Tingkat Risiko terhadap Kinerja Reksadana
Saham periode 2014 – 2015. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 28 Reksadana Saham
yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dan Otoritas Jasa
Keuangan periode 2014 – 2015. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive
sampling, sehingga diperoleh jumlah sample sebanyak 26 Reksadana Saham.. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel kebijakan alokasi aset dan
tingkat risiko mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham.
Sementara hasil penelitian yang dilakukan secara parsial menunjukkan bahwa variabel
kebijakan alokasi aset berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham dan
tingkat risiko berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham

BUDAYA KERJA DAN PERAN PEMIMPIN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya kerja dan peran pemimpin terhadap kinerja
pegawai Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Penelitian
kuantitatif ini menggunakan metode survei, dengan teknik analisis jalur menggunakan SPSS 22.0 for windows.
Sampel sebanyak 195 responden, yang didapat dengan teknik purposive sampling. Data dihimpun dengan
kuesioner, berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan: (1) budaya kerja berpengaruh positif yang signifikan
terhadap kinerja pegawai, ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,693 dengan persamaan regresinya Ẍ3
= 19,889+ 0,752X1. (2) peran pemimpin berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai, ditunjukkan
dengan koefisien korelasi sebesar 0,379 dengan persamaan regresinya Ẍ3 = 51,622 + 0,312X2. (3) budaya kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap peran pemimpin, ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar
0,587 dengan persamaan regresinya Ẍ2 = 18,853+ 0,774X1. Implikasi, peningkatan kinerja pegawai dapat
dilakukan dengan meningkatkan budaya kerja dan peran pemimpin.

PERBANDINGAN EMOLIEN VCO, MINYAK ZAITUN DAN MINYAK JAGUNG TERHADAP SIFAT FISIK BALSEM STIK DENGAN PENGIKAT VASELIN ALBA ATAU ADEPS LANAE

Penggunaan balsem dengan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit dapat menyebabkan rasa panas dan lengket di jari tangan. Pembuatan balsam stik merupakan salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut. Balsem stick dipengaruhi oleh komponen-komponen yang digunakan yaitu minyak, lilin dan lemak. Penggunaan minyak dan lemak yang memiliki kandungan asam lemak dan bobot molekul yang berbeda akan mempengaruhi sifat fisik balsem stick. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan VCO, minyak zaitun dan minyak jagung dengan pengikat antara Adeps lanae dan Vaselin alba terhadap sifat fisik balsem stick metil salisilat. Semua sediaan balsam stik dibuat dengan metode yang sama dan dievalusi meliputi uji organoleptik, homogenitas, kekerasan dan titik lebur. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan titik lebur dan kekerasan, namun semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik balsem stick. Formula dengan VCO dan variasi Adeps lanae menunjukan titik lebur dan kekerasan tertinggi yaitu 65,760C dan 2,13 mm. Hasil data statistik Kruskal Wallis menunjukkan sig < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan dari setiap formula. Berdasarkan hasil pengamatan disimpulkan bahwa VCO dengan Adeps lanae dalam kombinasi Carnauba wax dan Cera alba memberikan titik lebur, kekerasan dan nilai yield value yang tinggi.

Analisis level makroskopis, mikroskopis dan simbolik mahasiswa dalam memahami elektrokimia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa dilihat dari aspek makroskopis, mikroskopis dan simbolik dalam memahami konsep. Fenomena pembelajaran kimia yang ditemukan hampir selalu terfokus pada tingkat makroskopik berupa rumus dan angka, sedangkan tingkat yang sering luput dari pengematan adalah tingkat mikroskopik dan simbolik seperti penyajian diagram dan proses reaksi kimia. Salah satu sifat dari ilmu kimia adalah cenderung bersifat abstrak dan kompleks, seperti proses terjadinya reaksi elektrolisis dimana terjadi pergerakan partikel yang tidak dapat diamati oleh mata sehingga sering terjadi miskonsepsi dalam memahami konsep kimia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan pendekantan kuantitatif dilakukan pada mahasiswa semester satu sebanyak 40 orang di prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka. Sampel penelitian ini diambil secara purposive random sampling dengan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pemahaman mahasiswa pada konsep elektrokimia dilihat dari level makroskopis sebesar 72.75% kategori baik, level mikroskopis sebesar 66.25% kategori baik dan simbolik adalah 70% kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan aspek makroskopis, mikroskopis, simbolik dapat menanamkan konsep secara utuh.
Kata Kunci: makroskopis, mikroskopis, simbolik, elektrokimia.

PENGARUH CORPORATE BRAND EQUITY (CBE) DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN

Penelitian bertujuan untuk mengakji pengaruh Corporate Brand Equity (CBE) dan
kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan. Penelitian menggunakan metode survei,
dengan teknik analisis jalur. Populasi sebanyak 132 orang, sampel berjumlah 100 orang. Data
dihimpun melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh
positif dan langsung yang sangat signifikan Corporate Brand Equity (CBE) terhadap loyalitas
pelanggan. (2) terdapat pengaruh positif dan langsung yang sangat signifikan kualitas
pelayanan terhadap loyalitas pelanggan. (3) terdapat pengaruh positif dan langsung yang
signifikan Corporate Brand Equity (CBE) terhadap kualitas pelayanan. Sebagai implikasi,
dengan perbaikan Corporate Brand Equity (CBE) yang lebih menjual di mata pelanggan dan
kualitas pelayanan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.

Comparison of carbopol 934 and 941 as thickeners on ketoconazole microemulsions based on physical stability

As a drug delivery system, ketoconazole microemulsion in virgin coconut oil (oil phase) is added with a thickening agent to create transdermal dosage form. This study aimed to compare the physical stabilities of ketoconazole microemulsions formed with different thickeners, namely Carbopol 934 and Carbopol 941. The formula used varying concentrations of Carbopol 934 and Carbopol 941, i.e., 0.15% and 0.25%. The stability was observed during eight-week storage in which the conditions were controlled by different degrees of temperature, i.e., 40C, 25-300C (room temperature), and 400C. The stability tests included organoleptic observation, pH, surface tension, viscosity, particle size, and zeta potential. Based on the Kruskal-Wallis test results, ketoconazole microemulsion with Carbopol 941 that had been stored in different temperature showed a significant difference in particle size (significance value< 0.05), but it did not apply to Carbopol 934. The evaluation revealed that compared to 0.25% of Carbopol 934, microemulsion with 0.15% of Carbopol 934 had a smaller difference between the time intervals. This research concluded that the use of 0.15% of Carbopol 934 as a thickener in ketoconazole microemulsion had better physical stability compared to Carbopol 941 due to the influence of temperature and length of storage.

CUSTOMER LOYATY IN CHEMICAL COSMETICS: ANALYSIS OF PRODUCT DIFFERENTIATION, SERVICE DIFFERENTIATION, AND PRICE PERCEPTION

The cosmetics industry is one of the leading industries in Indonesia. The challenge
today is more than 90% of its raw materials still have to be imported. PT
Nardevchem Kemindo is an importer and trading company of chemical raw materials
for the cosmetics industry. This study aims to examine the influence of product
differentiation, service differentiation and price perception on customer loyalty. The
research population is 268 customers who are cosmetics manufacturers. The
sampling technique is proportionate stratified random sampling, so selected 75
customers. Research data is collected by using questionnaire from respondents who
are leaders or representatives of the company. The analysis technique is multiple
linear regression with 5% significance level. The results show that partially product
differentiation and service differentiation have positive and significant influence to
customer loyalty, while price perception variable has no significant influence to
customer loyalty. Simultaneously product differentiation, service differentiation and
price perception have positive and significant influence to customer loyalty. Based on
this study, PT Nardevchem Kemindo needs to do a marketing mix strategy by
combiningvariable of product differentiation,service differentiation and price
perception, with emphasis on dimension of product form, ordering ease and lower
price than competitor.

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU

Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh (1) kepemimpinan kepala
sekolah terhadap kinerja guru, (2) motivasi kerja guru terhadap kinerja guru, dan (3) kepemimpinan kepala
sekolah terhadap motivasi kerja guru. Penelitian menggunakan metode survei, dengna teknik analisis jalur.
Populasi berjumlah 153 orang. Sedangkan sampel sebanyak 110 orang. Data dihimpun melalui teknik angket,
dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial, untuk uji hipotesis digunakan uji korelasi dan regresi
sederhana serta analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung positif
kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. 2) terdapat pengaruh langsung positif motivasi kerja guru
terhadap kinerja guru. 3) terdapat pengaruh langsung positif kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi
kerja guru. Implikasinya, peningkatan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru, akan
meningkatkan kinerja guru.