HKSA dan Penambatan Molekuler Senyawa Turunan Kumarin sebagai Anti Kanker Kolon

Senyawa turunan kumarin menunjukkan aktivitas anti koagulasi darah, menghambat kerja enzim, antimikroba, antibiotik, dan anti kanker dengan mengganggu sintesa DNA/RNA. Penelitian ini bertujuan memperoleh hubungan kuantitatif struktur-aktivitas senyawa turunan kumarin terhadap reseptor kanker kolon dengan pendekatan Hansch melalui analisis multilinear, untuk dapat melakukan modifikasi senyawa berdasarkan persamaan HKSA dalam usaha memperbesar potensi dan selektifitas obat. Metode: Deskriptor yang terpilih mewakili parameter elektronik,hidrofobik dan sterik. Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan Autodock Vina untuk menganalisa interaksi dari turunan kumarin terhadap enzim Topoisomerase II. Hasil: Hasil persamaan HKSA yang didapat telah tervalidasi dengan metode LOO (Leave One Out) adalah Log IC50= -4.047+(0.496 x AM1_dipol) + (-0.089 x AM1_HOMO) + (0.899 x logP(o/w)) + (0.903 x logS) + (0.351 x mr). Hasil penelitian menunjukkan IC50 prediksi dari senyawa yang di modifikasi (MOD2) dengan subtituen NO2 mempunyai aktivitas terbaik dengan (ΔGbind) terendah (-8.8 Kcal/mol) dan memiliki IC50 prediksi terkecil yaitu 1.0897 μM dibandingkan IC50 lead compound (C14) yaitu 1.77 μM. Kesimpulan: Senyawa yang telah dimodifikasi (MOD2) memperlihatkan interaksi yang baik dengan reseptor kanker Topoisomerase II dengan menghasilkan energi bebas sebesar -8,8 kcal/mol.

HKSA dan Penambatan Molekuler Senyawa Turunan Kumarin sebagai Anti Kanker Kolon

Senyawa turunan kumarin menunjukkan aktivitas anti koagulasi darah, menghambat kerja enzim, antimikroba, antibiotik, dan anti kanker dengan mengganggu sintesa DNA/RNA. Penelitian ini bertujuan memperoleh hubungan kuantitatif struktur-aktivitas senyawa turunan kumarin terhadap reseptor kanker kolon dengan pendekatan Hansch melalui analisis multilinear, untuk dapat melakukan modifikasi senyawa berdasarkan persamaan HKSA dalam usaha memperbesar potensi dan selektifitas obat. Metode: Deskriptor yang terpilih mewakili parameter elektronik,hidrofobik dan sterik. Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan Autodock Vina untuk menganalisa interaksi dari turunan kumarin terhadap enzim Topoisomerase II. Hasil: Hasil persamaan HKSA yang didapat telah tervalidasi dengan metode LOO (Leave One Out) adalah Log IC50= -4.047+(0.496 x AM1_dipol) + (-0.089 x AM1_HOMO) + (0.899 x logP(o/w)) + (0.903 x logS) + (0.351 x mr). Hasil penelitian menunjukkan IC50 prediksi dari senyawa yang di modifikasi (MOD2) dengan subtituen NO2 mempunyai aktivitas terbaik dengan (ΔGbind) terendah (-8.8 Kcal/mol) dan memiliki IC50 prediksi terkecil yaitu 1.0897 μM dibandingkan IC50 lead compound (C14) yaitu 1.77 μM. Kesimpulan: Senyawa yang telah dimodifikasi (MOD2) memperlihatkan interaksi yang baik dengan reseptor kanker Topoisomerase II dengan menghasilkan energi bebas sebesar -8,8 kcal/mol.

The Anti-Inflammatory Activity of Nigella sativa Balm Sticks

Nigella sativa oil has been known to have potent anti-inflammatory activity. This research
aimed to determine the anti-inflammation activity of Nigella sativa oil in a simple balm stick by topical
application. The activity was checked using two methods: carrageenan-induced paw oedema and
granuloma pouch on rats. The results showed that balm sticks which contained 10% Nigella sativa
could overcome both acute and sub-acute inflammation showing by high oedema inhibition (60.64%),
low leucocytes count (43.55% lower than control) as well as a notable TNF-� concentration (50%
lower than control) on the inflamed area. In conclusion, topical application of a Nigella sativa balm
stick was effective for both acute and sub-acute forms of inflammation.

HKSA dan Penambatan Molekuler Senyawa Turunan Kumarin sebagai Anti Kanker Kolon

Senyawa turunan kumarin menunjukkan aktivitas anti koagulasi darah, menghambat kerja enzim, antimikroba, antibiotik, dan anti kanker dengan mengganggu sintesa DNA/RNA. Penelitian ini bertujuan memperoleh hubungan kuantitatif struktur-aktivitas senyawa turunan kumarin terhadap reseptor kanker kolon dengan pendekatan Hansch melalui analisis multilinear, untuk dapat melakukan modifikasi senyawa berdasarkan persamaan HKSA dalam usaha memperbesar potensi dan selektifitas obat. Metode: Deskriptor yang terpilih mewakili parameter elektronik,hidrofobik dan sterik. Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan Autodock Vina untuk menganalisa interaksi dari turunan kumarin terhadap enzim Topoisomerase II. Hasil: Hasil persamaan HKSA yang didapat telah tervalidasi dengan metode LOO (Leave One Out) adalah Log IC50= -4.047+(0.496 x AM1_dipol) + (-0.089 x AM1_HOMO) + (0.899 x logP(o/w)) + (0.903 x logS) + (0.351 x mr). Hasil penelitian menunjukkan IC50 prediksi dari senyawa yang di modifikasi (MOD2) dengan subtituen NO2 mempunyai aktivitas terbaik dengan (ΔGbind) terendah (-8.8 Kcal/mol) dan memiliki IC50 prediksi terkecil yaitu 1.0897 μM dibandingkan IC50 lead compound (C14) yaitu 1.77 μM. Kesimpulan: Senyawa yang telah dimodifikasi (MOD2) memperlihatkan interaksi yang baik dengan reseptor kanker Topoisomerase II dengan menghasilkan energi bebas sebesar -8,8 kcal/mol.

The Anti-Inflammatory Activity of Nigella sativa Balm Sticks

Nigella sativa oil has been known to have potent anti-inflammatory activity. This research
aimed to determine the anti-inflammation activity of Nigella sativa oil in a simple balm stick by topical
application. The activity was checked using two methods: carrageenan-induced paw oedema and
granuloma pouch on rats. The results showed that balm sticks which contained 10% Nigella sativa
could overcome both acute and sub-acute inflammation showing by high oedema inhibition (60.64%),
low leucocytes count (43.55% lower than control) as well as a notable TNF-� concentration (50%
lower than control) on the inflamed area. In conclusion, topical application of a Nigella sativa balm
stick was effective for both acute and sub-acute forms of inflammation.

The Anti-Inflammatory Activity of Nigella sativa Balm Sticks

Nigella sativa oil has been known to have potent anti-inflammatory activity. This research
aimed to determine the anti-inflammation activity of Nigella sativa oil in a simple balm stick by topical
application. The activity was checked using two methods: carrageenan-induced paw oedema and
granuloma pouch on rats. The results showed that balm sticks which contained 10% Nigella sativa
could overcome both acute and sub-acute inflammation showing by high oedema inhibition (60.64%),
low leucocytes count (43.55% lower than control) as well as a notable TNF-� concentration (50%
lower than control) on the inflamed area. In conclusion, topical application of a Nigella sativa balm
stick was effective for both acute and sub-acute forms of inflammation.

HKSA dan Penambatan Molekuler Senyawa Turunan Kumarin sebagai Anti Kanker Kolon

Senyawa turunan kumarin menunjukkan aktivitas anti koagulasi darah, menghambat kerja enzim, antimikroba, antibiotik, dan anti kanker dengan mengganggu sintesa DNA/RNA. Penelitian ini bertujuan memperoleh hubungan kuantitatif struktur-aktivitas senyawa turunan kumarin terhadap reseptor kanker kolon dengan pendekatan Hansch melalui analisis multilinear, untuk dapat melakukan modifikasi senyawa berdasarkan persamaan HKSA dalam usaha memperbesar potensi dan selektifitas obat. Metode: Deskriptor yang terpilih mewakili parameter elektronik,hidrofobik dan sterik. Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan Autodock Vina untuk menganalisa interaksi dari turunan kumarin terhadap enzim Topoisomerase II. Hasil: Hasil persamaan HKSA yang didapat telah tervalidasi dengan metode LOO (Leave One Out) adalah Log IC50= -4.047+(0.496 x AM1_dipol) + (-0.089 x AM1_HOMO) + (0.899 x logP(o/w)) + (0.903 x logS) + (0.351 x mr). Hasil penelitian menunjukkan IC50 prediksi dari senyawa yang di modifikasi (MOD2) dengan subtituen NO2 mempunyai aktivitas terbaik dengan (ΔGbind) terendah (-8.8 Kcal/mol) dan memiliki IC50 prediksi terkecil yaitu 1.0897 μM dibandingkan IC50 lead compound (C14) yaitu 1.77 μM. Kesimpulan: Senyawa yang telah dimodifikasi (MOD2) memperlihatkan interaksi yang baik dengan reseptor kanker Topoisomerase II dengan menghasilkan energi bebas sebesar -8,8 kcal/mol.

HKSA dan Penambatan Molekuler Senyawa Turunan Kumarin sebagai Anti Kanker Kolon

Senyawa turunan kumarin menunjukkan aktivitas anti koagulasi darah, menghambat kerja enzim, antimikroba, antibiotik, dan anti kanker dengan mengganggu sintesa DNA/RNA. Penelitian ini bertujuan memperoleh hubungan kuantitatif struktur-aktivitas senyawa turunan kumarin terhadap reseptor kanker kolon dengan pendekatan Hansch melalui analisis multilinear, untuk dapat melakukan modifikasi senyawa berdasarkan persamaan HKSA dalam usaha memperbesar potensi dan selektifitas obat. Metode: Deskriptor yang terpilih mewakili parameter elektronik,hidrofobik dan sterik. Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan Autodock Vina untuk menganalisa interaksi dari turunan kumarin terhadap enzim Topoisomerase II. Hasil: Hasil persamaan HKSA yang didapat telah tervalidasi dengan metode LOO (Leave One Out) adalah Log IC50= -4.047+(0.496 x AM1_dipol) + (-0.089 x AM1_HOMO) + (0.899 x logP(o/w)) + (0.903 x logS) + (0.351 x mr). Hasil penelitian menunjukkan IC50 prediksi dari senyawa yang di modifikasi (MOD2) dengan subtituen NO2 mempunyai aktivitas terbaik dengan (ΔGbind) terendah (-8.8 Kcal/mol) dan memiliki IC50 prediksi terkecil yaitu 1.0897 μM dibandingkan IC50 lead compound (C14) yaitu 1.77 μM. Kesimpulan: Senyawa yang telah dimodifikasi (MOD2) memperlihatkan interaksi yang baik dengan reseptor kanker Topoisomerase II dengan menghasilkan energi bebas sebesar -8,8 kcal/mol.

Studi In Silico Senyawa Alkaloid Herba Bakung Putih (Crinum Asiaticum L.) pada Penghambatan Enzim Siklooksigenase (COX)

Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera jaringan yang melibatkan proses fisiologis aktivasi enzim
siklooksigenase (COX) yang memiliki dua isoform yaitu enzim siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-
2 (COX-2). Penggunaan obat antiinflamasi golongan Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) dan golongan steroid
mempunyai efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
delapan senyawa alkaloid aktif herba bakung putih (Crinum asiaticum L.) untuk digunakan sebagai antiinflamasi
dengan cara menghambat enzim COX-1 dan COX-2. Metode penambatan molekul (molecular docking) untuk
prediksi struktur kompleks senyawa-protein yang dinamakan docking ligan-protein menggunakan software
PLANTS 1.2. dimana skor ChemPLP terendah yang merupakan energy bebas adalah parameter penambatan
molekul. Senyawa herba bakung putih yang memperoleh skor CHEMPLP terendah yaitu hippadine -83.3684
Kkal/mol dan pratorimin -83.2661 Kkal/mol serta pembanding aspirin -67.3292 Kkal/mol dan paracetamol –
66.3535 Kkal/mol. Penambatan molekul pada COX-2 menunjukkan lycobetaine -87.3991 Kkal/mol lebih rendah
daripada senyawa pembanding celecoxib -85.3729 Kkal/mol terhadap reseptor siklooksigenase-2 (COX-2). Hasil
ini menunjukkan senyawa alkaloid bakung putih hippadin, pratorimin dan lycobetaine memiliki afinitas dan
kestabilan yang lebih baik dibandingkan dengan senyawa pembanding. Hasil drug scan, hippadin, pratorimin
dan lycobetain memenuhi kriteria untuk dijadikan sediaan dalam bentuk oral. Dapat disimpulkan senyawa herba
bakung putih diprediksi memiliki potensi sebagai senyawa antiinflamasi.

Studi In Silico Senyawa Alkaloid Herba Bakung Putih (Crinum Asiaticum L.) pada Penghambatan Enzim Siklooksigenase (COX)

Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera jaringan yang melibatkan proses fisiologis aktivasi enzim
siklooksigenase (COX) yang memiliki dua isoform yaitu enzim siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-
2 (COX-2). Penggunaan obat antiinflamasi golongan Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) dan golongan steroid
mempunyai efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
delapan senyawa alkaloid aktif herba bakung putih (Crinum asiaticum L.) untuk digunakan sebagai antiinflamasi
dengan cara menghambat enzim COX-1 dan COX-2. Metode penambatan molekul (molecular docking) untuk
prediksi struktur kompleks senyawa-protein yang dinamakan docking ligan-protein menggunakan software
PLANTS 1.2. dimana skor ChemPLP terendah yang merupakan energy bebas adalah parameter penambatan
molekul. Senyawa herba bakung putih yang memperoleh skor CHEMPLP terendah yaitu hippadine -83.3684
Kkal/mol dan pratorimin -83.2661 Kkal/mol serta pembanding aspirin -67.3292 Kkal/mol dan paracetamol –
66.3535 Kkal/mol. Penambatan molekul pada COX-2 menunjukkan lycobetaine -87.3991 Kkal/mol lebih rendah
daripada senyawa pembanding celecoxib -85.3729 Kkal/mol terhadap reseptor siklooksigenase-2 (COX-2). Hasil
ini menunjukkan senyawa alkaloid bakung putih hippadin, pratorimin dan lycobetaine memiliki afinitas dan
kestabilan yang lebih baik dibandingkan dengan senyawa pembanding. Hasil drug scan, hippadin, pratorimin
dan lycobetain memenuhi kriteria untuk dijadikan sediaan dalam bentuk oral. Dapat disimpulkan senyawa herba
bakung putih diprediksi memiliki potensi sebagai senyawa antiinflamasi.