TEACHING YOUNG LEARNERS : OPTIMIZING EFL CHILDREN’S LINGUISTICS INTELLIGENCE THROUGH TASK-BASED LANGUAGE TEACHING

The study investigates the use of Task-based Language Teaching in optimizing children’s language acquisition of EFL in speaking skill. The aim of study is to search the TBLT in foreign language learning, and proof that this approach is one of good way in language learning . The study applied descriptive explorative and pre-experimental research which allow the writer to collect the data in three ways: library, observation, and field research. The result of the study shows that TBLT is affective to boost children’s ability in oral communication in simple utterances: instructing, requesting, and warning. Thus they composed simple utterances to express need, it is encouraged the child himself has inner motivation to learn by themselves in the way at their time playing by learning.

Published
Categorized as Repository

TEACHING WRITING : THE EFFECT OF MIND MAPPING TECHNIQUE ON THE STUDENTS’ WRITING SKILL

The stud}’ investigates the use of mind mapping technique in teaching writing. This study was conducted based on the two main problems: 1) is the mind mapping technique applied in the students’ writing skill? 2) Does mind mapping technique affect on the students’ writing skill? The aim of the study was to find out the students’ writing skill after learning using mind mapping. The study applied free experimental designs, using paired simple t-test with the sample of 30 students from the population of 120 students. The result revealed that the mapping technique affected on improving the students’ writing skill.

Published
Categorized as Repository

The Impact of the Student-Student versus Teacher-Student Interactions on Students’ Speaking Skills

The study attempts to investigate the effect of the treatments of student-student interactions versus teacher-student interactions to the students’ speaking skills in Conversation in English Programs. The number of the students in. each of the three classes (namely student-student interactions class, teacher-student interactions class and control class is not more than 12 students; an ideal number for student-centered class. Each class teacher of the experiment group (student-student interaction group and teacher-student interaction group) is provided with lesson plan and discussions on the lesson plans were conducted prior to the treatments; while the control group teacher has no interfere at all (from the researcher). The students were given situational dialog test before being treated. After being treated for ten consecutive sessions, the same test was administered again. To meet the prerequisite for normal distribution, the data of pre test and post test were analyzed. After normal distribution test was conducted, to determine the progress from the pretest andposttest, paired samples t-test is used; while comparing the progress of the students’ speaking skills in those three groups, one way anova is implemented. The results of the gain of the students ‘ achievement was again processed using LSD (Least significant difference) test to further analyze and find out the most significant improvement among the three group. The LSD test showed that the average of students’ achievement in the Student- Student Interactions Group far excelled the achievement of the students in the Teacher-Student Interaction Group and the Control Group. It is clearly seen that the progress of students’ achievement in the Teacher-Student Group did not have a significant difference with the progress of the students in the Control Group. To conclude, student-student interactions, in which students are given exposure to use the language in class around 75%, enhance students speaking skills.

Published
Categorized as Repository

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME BAGI GURU BERSERTIFIKAT PENDIDIK

Kompetensi guru profesional meliputi kemampuan guru mengenal peserta didik yang
dilayaninya secara mendalam, menguasai bidang studi secara keilmuan dan kependidikan
dalam hal mengemas materi pembelajaran, kemampuan menyelenggarakan pembelajaran
yang mendidik mulai dari perancangan sampai pemanfaatan hasil penilaian terhadap proses
dan hasil pembelajaran serta pengembangan profesionalitas yang berkelanjutan. Namun
beberapa hasil penelitian memperlihatkan motivasi guru untuk segera ikut sertifikasi
bukanlah untuk meningkatkan profesionalime atau kompetensi mereka tetapi terkesan
semata-mata untuk mendapatkan tambahan penghasilan melalui tunjangan profesi. Penulisan
makalah ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi guru yang
bersertifikat pendidik, pengembangan profesionalisme guru di sekolah serta implementasi
Pengembangan Profesionalisme Guru. Metode yang digunakan adalah studi kasus sehingga
memperoleh deskripsi yang utuh dan mendalam dari sebuah permasalahan. Hasil temuan
berdasarkan penelitian terdahulu memperlihatkan bahwa guru belum optimal dalam
mengembangkan profesionalismenya, sehingga diperlukan pendekatan model kebijakan yang
komprehensip mulai tingkat sekolah sampai ke kementrian sehingga dengan beban kerja yang
ada masih tetap mampu mengembangkan profesionalismenya.

Published
Categorized as Repository

ROLE OF FAMILY ENVIRONMENT IN CHARACTER DEVELOPMENT

Family environment as the environment is known first and foremost a child has a decisive role in helping
the development of his personality. One effort is the essential meaning is to invite the children to enable
themselves with moral values to have and develop the basics of character development. These efforts
demonstrate the need for the position and responsibilities of parents. Help parents in laying the
foundations and development in the character formation of children is to create conditions that encourage
children to have the basics of good character and in its development involves two subjects namely
parents as educators and children as the educated. This paper comprehensively want to see how the
character formation of children in the family environment seen from the pattern adopted by foster parents,
with the approach of descriptive analytical method. Thus the character that develops in children can be
seen from the pattern adopted by foster parents in the home.

Published
Categorized as Repository

NASIONALISME PEMUDA DALAM PERUBAHAN SOSIAL

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melihat bagaimana perubahan nasionalisme pemuda dalam perubahan sosial. Nasionalisme terancam retak oleh krisis-krisis yang menyeruak: krisis moneter, krisis moral, krisis sosial, krisis politik, krisis kebangsaan dan sebagainya. Krisis yang berkepanjangan tersebut antara lain disebabkan oleh berbagai masalah sosial kemasyarakatan seperti pertentangan politik, etnik, sosial budaya dan merebaknya sikap, perilaku permisif terhadap korupsi, kolusi dan nepotisme yang berlangsung lama. Metode penulisan yang dipergunakan adalah metode deskriptif analitis.
Perubahan cara pandang pemuda tentang nasionalisme terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam kehidupan terutama dalam kehidupan sosial. Perubahan yang terjadi dari tahun ke tahun sedemikian cepat sehingga mempengaruhi pola pikir dan sikap pada masyarakat yang mengalami perubahan tersebut. Dalam pengertian yang sangat luas perubahan sosial didefinisikan sebagai perubahan penting dari struktur sosial dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial.

Published
Categorized as Repository

BAHASA INDONESIA DAN NASIONALISME TIDAK PERNAH MATI: PERSPEKTIF EMPIRIS-HISTORIS

Banyak kajian dan hasil penelitian yang menyebutkan bahwa nasionalisme di
Indonesia telah pudar seiring dengan perubahan jaman yang memandang
nasionalisme adalah peristiwa masa lalu yang sudah tidak relevan dengan kondisi
bangsa saat ini. Hal tersebut sebenarnya kurang tepat karena nasionalisme tidak
pernah padam pada satu bangsa termasuk bangsa Indonesia. Ketika pemilihan
Presiden 2014 di Indonesia, para Capres berlomba untuk memunculkan tokoh masa
lalu seperti Soekarno yang terkenal dengan semangat nasionalismenya. Perjuangan
Soekarno pada masa mudanya untuk keluar masuk tahanan hanya untuk
mempertahankan negara Indonesia menjadi salah satu contoh kecil perjuangannya.
Peristiwa Sumpah Pemuda yang menyatakan bertanah air, berbangsa dan berbahasa
satu yaitu bahasa Indonesia mulai dimunculkan kembali. Nasionalisme jangan
dilihat dalam pemahaman yang sempit. Mestinya menjadi Elan Vital suatu bangsa
sebagai daya pemersatu bagi kemajuan peradaban yang mengarah kepada nation
state. Perjuangan bangsa Indonesia dalama arti fisik melawan penjajah memang
sudah berakhir tapi perjuangan itu sudah berubah bentuk strategi karena berbeda
situasi dan kondisi. Hal ini terkait dengan kondisi bangsa Indonesia yang sangat
beragam dalam berbagai corak kehidupan. Perbedaan justru menjadi berkah dan
pelangi yang indah bagi Bangsa Indonesia. Melalui kajian empiris dan perspektif
sejarah dengan menggunakan metode analisis deskriptif, maka dapat dilihat bahwa
bahasa Indonesia semakin berkembang seiring dengan semangat nasionalisme di
Indonesia.

Published
Categorized as Repository

PENGARUH PENDIDIKAN SEJARAH TERHADAP SIKAP NASIONALISME (Penelitian pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UHAMKA)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin menurunnya sikap nasionalisme
dikalangan mahasiswa. Pada saat ini nasionalisme seakan-akan tenggelam, kini
nasionalisme menghadapi tantangan besar dari pusaran peradaban baru bernama
globalisasi. Nasionalisme sebagai kemampuan dasar (basic drive) serta daya juang
(elan vital) dari sebuah bangsa bernama Indonesia sedang diuji fleksibilitasnya
dalam arti kemampuan untuk berubah sehingga selalu akurat dalam menjawab
tantangan jaman. Fleksibilitas tidaklah mengurangi jiwa nasionalisme, justu
sebaliknya menunjukkan begitu dalamnya nasionalisme mengakar sehingga dalam
waktu bersamaan tetap hidup dan terus-menerus bermetamorfosis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara nyata tentang pengaruh
pendidikan sejarah terhadap sikap nasionalisme pada mahasiswa program studi
pendidikan sejarah FKIP UHAMKA Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kuantitatif serta dianalisis juga dengan kualitatif.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pendidikan sejarah mempunyai
berpengaruh terhadap sikap nasionalisme dengan hasil harga koefisien R sebesar
0.720 dengan taraf signifikansi 0.000< 0.05, sehingga memperoleh kesimpulan bahwa pengujian menolak H 0 dan menerima H 1 , yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dan positif dari variabel independen pendidikan sejarah terhadap sikap nasionalisme mahasiswa. Hal ini berarti 72% variasi pada sikap nasionalisme dapat dijelaskan dan dipengaruhi oleh variabel pendidikan sejarah, sedangkan sisanya sebesar 18% dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang tidak dijelaskan dalam faktor ini. Hal ini menunjukkan besarnya peran pendidikan sejarah terhadap pembentukkan sikap nasionalisme di kalangan mahasiswa. Implikasi hasil penelitian mengisyaratkan bahwa sikap nasionalisme mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang apabila pendidikan sejarah yang diberikan kepada mahasiswa dapat menarik dan tidak membosankan. Peran penting dosen sebagai pemegang kebijakan dalam menentukan pembelajaran di kelas tidak dapat diabaikan, karena itu dosen mutlak memiliki wawasan yang luas dan mengetahui berbagai metode dalam pendidikan sejarah sehingga dapat meningkatkan aktifitas dan kreatifitas mahasiswa dalam mengatasi kesulitankesulitan mahasiswa dalam pembelajaran sejarah.

Published
Categorized as Repository

PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BETAWI

Pembelajaran materi Sejarah merupakan cabang disiplin ilmu sosial dimana Sejarah
memberikan wawasan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Metode
pembelajaran yang digunakan pada saat masih kurang variasi dan masih didominasi oleh
guru. Tujuan pembuatan tulisan ini mencoba untuk mengkolaborasikan permainan tradisional
yang ada di daerah Betawi dalam pembelajaran IPS di pendidikan dasar dimana dalam
permainan tradisional memuat kearifan-kearifan lokal yang dapat dijadikan salah satu cara
untuk membentuk karakter dan membantu peserta didik dalam memahami materi yang
diterima. Diharapkan melalui permainan tradisional, peserta didik dapat mengembangkan
kecerdasan intelektual, emosional dan mampu mengembangkan kreatifitas sehingga
pembelajaran IPS khususnya materi Sejarah dapat lebih bermakna.

Published
Categorized as Repository

Exploring Indonesian EFL Students’ Reading Strategies for Economics Texts

The present study aims to explore the types of Indonesian EFL students’ strategies to comprehend the economics texts. To identify the types of strategies, retrospections and reading comprehension tests were adopted and analyzed. The results revealed that most students with a low level of English proficiency remained more dependent on the bottom-up strategies than top-down strategies. However, using the bottom-up strategies had facilitated the students comprehend the economics texts. Thus, in spite of its limitation, the study has some implications to ESAP reading in EFL classrooms.

Published
Categorized as Repository