SERTIFIKAT KOMPETENSI ICT UHAMKA
Category: Repository
abdimas nasional uhamka
abdimas nasional uhamka
Sumber Dana Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Sumber Dana Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
MoU RPTRA Pemda DKI
MoU RPTRA Pemda DKI
minat dan bakat olahraga internasional
minat dan bakat olahraga internasional
seni internasional
minat dan bakat seni internasional
Minat dan Bakat dalam bidang olahraga nasional-UHAMKA
Minat dan Bakat dalam bidang olahraga nasional-UHAMKA
Minat dan Bakat bidang Seni Nasional-UHAMKA
Minat dan Bakat bidang Seni Nasional-UHAMKA
Muslims in Britain: questioning Islamic and national identity
Islamic identity has been a central issue since the emergence of Islam in the seventh century. Muslims have been interacted with many symbols of religious identity since this early time of Islam. Every generation of Muslims has their own way to show their religious identity. Muslims in Britain are also still continuing to search for religious identity. They seek to re-evaluate their identity and construct a sense of what it means to be a Muslim in Britain today. This article would like to elaborate several discussions on Muslims’ identities in Britain. There are two different opinions on this issue. The first opinion comes from Muslims who believe that a Muslim individual should choose to be either a Muslim or a British. They argue that national values differ from religious norms. The second, however, states that one Muslim can be both a Muslim and a British at the same time. For them, there is no contradiction between being a Muslim and being a British citizen. They argue that nationality and faith can be combined in Muslim individuals who live in Britain.
IDENTITAS DIRI REMAJA ALAY (STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI PADA KELOMPOK PERTEMANAN ALAY EKSTRAS KOMUNITAS ST SETIA)
Penelitian ini tentang bagaimana identitas diri dibentuk melalui interaksi dan komunikasi tcpatnya pertukaran simbol-simbol dalam kelompok. Masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini pertama, bagaimana komunikasi verbal dan nonverbal kelompok pertemanan Alay Ekstras komunitas ST Setia. Kedua bagaimana kelompok pertemanan Alay Ekstras komunitas ST Setia mengomunikasikan identitas diri. Penelitian ini menggunakan teknik etnografi komunikasi dengan teori interaksi simbolik dan konvergensi simbolik sebagai penunjang analisisnya guna melihat bagaimana simbol-simbol diinisiasi, dinegosiasi, diyakini bersama, diingkari juga diimitasi dalam kelompok sebagai identitas khas kelompok. Identitas diri yang terbentuk dalam kelompok pertemanan ini tercipta bukan semata karena adanya kekuatan karakter dan kesadaran diri dari masing-masing anggotanya namun juga merupakan proses imitasi dari idola mereka sebagai role model.