Peningkatan Keterampilan Naratif (Narrative Skills) dalam Berkomunikasi bagi Guru Madrasah Muhammadiyah Kota Bandar Lampung

Kemampuan naratif merupakan ketrampilan yang berkaitan dengan bahasa ekspresi (expressivelanguage), termasuk bagaimana menggambarkan atau menceritakan berbagai hal, dan termasukmenceritakan kembali (retelling) kisah atau cerita yang sudah didengarkan (storytelling).Dalam kegiatan pembelajaran di Madrasah Muhammadiyah Bandar Lampung, guru menjadikomunikator yang harus memiliki kemampuan ini. Pesan-pesan yang disampaikan baik berupapengetahuan, nilai-nilai, dan nasehat akan mampu diterima dan dipahami dengan baik oleh siswaapabila ditunjang ketrampilan ini. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian meliputiobservasi partisipatoris, dimana tim melakukan pengamatan terhadap kegiatan-kegiatan yangdilakukan oleh mitra, selanjutnya dilakukan diskusi dan wawancara dengan kepala madrasah danguru, dilanjutkan dengan pemaparan materi, feedback, diskusi, sharing pengalaman diikuti denganpraktek, dan terakhir membahas rencana tindak lanjut. Hasil dari kegiatan dapat diidentifikasibahwa menurut para peserta, penguatan guru melalui kegiatan ini dapat dilakukan secara periodikdan berkelanjutan, selain itu guru menjadi termotivasi untuk meningkatkan ketrampilan naratif,termasuk disini adalah peningkatan kemampuan berkomunikasi secara lebih efektif, tepatsasaran, dan berbobot, baik dengan mitra sejawat, orang tua siswa, dan siswa. Selanjutnya paraguru terdorong untuk meningkatkan kemampuannya melalui berbagai perangkat yang dapatmereka akses, misal dengan mengakses internet melalui berbagai media social dan media lainyang terjangkau oleh mereka.

SITUS BENTENG FORT ROTTERDAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN DESTINASI PARIWISATA KOTA MAKASAR : TINJAUAN FISIK ARSITEKTUR DAN KESEJARAHAN

Various relics of colonialism must be maintained as part of the nation’s experience in its
struggle for independence. The existence of buildings or historic objects in Indonesia is regulated in
the Law of the Republic of Indonesia Number 11 Year 2010 About Cultural Heritage. Article 1 of Law
Number 11 Year 2010 which is meant cultural heritage is cultural heritage in the form of Object of
Culture, Heritage Building, Cultural Structure, Cultural Heritage Site, and Heritage Area on land and
/ or in water that need to be preserved due to has an important value for history, science, education,
religion, and / or culture through the process of determination. One of the most well preserved cultural
heritages is Fort Rotterdam. Fort Rotterdam Fort is a small part of a country puzzle called Indonesia.
Glory and greatness of the Kingdom of Gowa, able to be presented through Fort Rotterdam as a
cultural heritage object that continues to be preserved by the local government. Although there are
many objects of cultural heritage in Makassar, Fort Rotterdam deserves to be an icon of Makassar
City, as well as will be able to attract the attention of local and international tourists. Fort Rotterdam
can also be a source of learning for learners. Learners should be more familiar with the history of the
nation so that the growing awareness of history and the stronger sense of nationalism of learners.

Abstrak: Berbagai peninggalan masa kolonialisme tersebut harus dipelihara sebagai bagian dari
pengalaman bangsa dalam perjuangannya merebut kemerdekaan. Keberadaan bangunan atau benda
bersejarah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010
Tentang Cagar Budaya. Pasal 1 Undang undang Nomor 11 Tahun 2010 yang dimaksud cagar budaya
adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya,
Struktur agar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang
perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan,
pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Salah satu cagar budaya yang
masih terpelihara dengan baik adalah Benteng Ford Rotterdam. Benteng Fort Rotterdam merupakan
bagian kecil dari sebuah puzzle negara yang bernama Indonesia. Kejayaan dan kebesaran Kerajaan
Gowa, mampu dihadirkan melalui Benteng Fort Rotterdam sebagai benda cagar budaya yang terus
dijaga kelestariannya oleh pemerintah daerah. Meskipun ada banyak benda cagar budaya di Kota
Makassar, Benteng Fort Rotterdam layak dijadikan ikon Kota Makassar, sekaligus akan mampu
menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional. Benteng Fort Rotterdam juga dapat
dijadikan sumber belajar peserta didik. Peserta didik harus lebih mengenal dengan sejarah bangsanya
supaya semakin tumbuh kesadaran sejarah dan semakin kuat rasa nasionalisme peserta didik.

SITUS BENTENG FORT ROTTERDAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN DESTINASI PARIWISATA KOTA MAKASAR : TINJAUAN FISIK ARSITEKTUR DAN KESEJARAHAN

Various relics of colonialism must be maintained as part of the nation’s experience in its
struggle for independence. The existence of buildings or historic objects in Indonesia is regulated in
the Law of the Republic of Indonesia Number 11 Year 2010 About Cultural Heritage. Article 1 of Law
Number 11 Year 2010 which is meant cultural heritage is cultural heritage in the form of Object of
Culture, Heritage Building, Cultural Structure, Cultural Heritage Site, and Heritage Area on land and
/ or in water that need to be preserved due to has an important value for history, science, education,
religion, and / or culture through the process of determination. One of the most well preserved cultural
heritages is Fort Rotterdam. Fort Rotterdam Fort is a small part of a country puzzle called Indonesia.
Glory and greatness of the Kingdom of Gowa, able to be presented through Fort Rotterdam as a
cultural heritage object that continues to be preserved by the local government. Although there are
many objects of cultural heritage in Makassar, Fort Rotterdam deserves to be an icon of Makassar
City, as well as will be able to attract the attention of local and international tourists. Fort Rotterdam
can also be a source of learning for learners. Learners should be more familiar with the history of the
nation so that the growing awareness of history and the stronger sense of nationalism of learners.

Abstrak: Berbagai peninggalan masa kolonialisme tersebut harus dipelihara sebagai bagian dari
pengalaman bangsa dalam perjuangannya merebut kemerdekaan. Keberadaan bangunan atau benda
bersejarah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010
Tentang Cagar Budaya. Pasal 1 Undang undang Nomor 11 Tahun 2010 yang dimaksud cagar budaya
adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya,
Struktur agar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang
perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan,
pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Salah satu cagar budaya yang
masih terpelihara dengan baik adalah Benteng Ford Rotterdam. Benteng Fort Rotterdam merupakan
bagian kecil dari sebuah puzzle negara yang bernama Indonesia. Kejayaan dan kebesaran Kerajaan
Gowa, mampu dihadirkan melalui Benteng Fort Rotterdam sebagai benda cagar budaya yang terus
dijaga kelestariannya oleh pemerintah daerah. Meskipun ada banyak benda cagar budaya di Kota
Makassar, Benteng Fort Rotterdam layak dijadikan ikon Kota Makassar, sekaligus akan mampu
menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional. Benteng Fort Rotterdam juga dapat
dijadikan sumber belajar peserta didik. Peserta didik harus lebih mengenal dengan sejarah bangsanya
supaya semakin tumbuh kesadaran sejarah dan semakin kuat rasa nasionalisme peserta didik.

The Anti-Inflammatory Activity of Nigella sativa Balm Sticks

Nigella sativa oil has been known to have potent anti-inflammatory activity. This research
aimed to determine the anti-inflammation activity of Nigella sativa oil in a simple balm stick by topical
application. The activity was checked using two methods: carrageenan-induced paw oedema and
granuloma pouch on rats. The results showed that balm sticks which contained 10% Nigella sativa
could overcome both acute and sub-acute inflammation showing by high oedema inhibition (60.64%),
low leucocytes count (43.55% lower than control) as well as a notable TNF-� concentration (50%
lower than control) on the inflamed area. In conclusion, topical application of a Nigella sativa balm
stick was effective for both acute and sub-acute forms of inflammation.

SITUS BENTENG FORT ROTTERDAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN DESTINASI PARIWISATA KOTA MAKASAR : TINJAUAN FISIK ARSITEKTUR DAN KESEJARAHAN

Various relics of colonialism must be maintained as part of the nation’s experience in its
struggle for independence. The existence of buildings or historic objects in Indonesia is regulated in
the Law of the Republic of Indonesia Number 11 Year 2010 About Cultural Heritage. Article 1 of Law
Number 11 Year 2010 which is meant cultural heritage is cultural heritage in the form of Object of
Culture, Heritage Building, Cultural Structure, Cultural Heritage Site, and Heritage Area on land and
/ or in water that need to be preserved due to has an important value for history, science, education,
religion, and / or culture through the process of determination. One of the most well preserved cultural
heritages is Fort Rotterdam. Fort Rotterdam Fort is a small part of a country puzzle called Indonesia.
Glory and greatness of the Kingdom of Gowa, able to be presented through Fort Rotterdam as a
cultural heritage object that continues to be preserved by the local government. Although there are
many objects of cultural heritage in Makassar, Fort Rotterdam deserves to be an icon of Makassar
City, as well as will be able to attract the attention of local and international tourists. Fort Rotterdam
can also be a source of learning for learners. Learners should be more familiar with the history of the
nation so that the growing awareness of history and the stronger sense of nationalism of learners.

Abstrak: Berbagai peninggalan masa kolonialisme tersebut harus dipelihara sebagai bagian dari
pengalaman bangsa dalam perjuangannya merebut kemerdekaan. Keberadaan bangunan atau benda
bersejarah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010
Tentang Cagar Budaya. Pasal 1 Undang undang Nomor 11 Tahun 2010 yang dimaksud cagar budaya
adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya,
Struktur agar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang
perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan,
pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Salah satu cagar budaya yang
masih terpelihara dengan baik adalah Benteng Ford Rotterdam. Benteng Fort Rotterdam merupakan
bagian kecil dari sebuah puzzle negara yang bernama Indonesia. Kejayaan dan kebesaran Kerajaan
Gowa, mampu dihadirkan melalui Benteng Fort Rotterdam sebagai benda cagar budaya yang terus
dijaga kelestariannya oleh pemerintah daerah. Meskipun ada banyak benda cagar budaya di Kota
Makassar, Benteng Fort Rotterdam layak dijadikan ikon Kota Makassar, sekaligus akan mampu
menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional. Benteng Fort Rotterdam juga dapat
dijadikan sumber belajar peserta didik. Peserta didik harus lebih mengenal dengan sejarah bangsanya
supaya semakin tumbuh kesadaran sejarah dan semakin kuat rasa nasionalisme peserta didik.

The Anti-Inflammatory Activity of Nigella sativa Balm Sticks

Nigella sativa oil has been known to have potent anti-inflammatory activity. This research
aimed to determine the anti-inflammation activity of Nigella sativa oil in a simple balm stick by topical
application. The activity was checked using two methods: carrageenan-induced paw oedema and
granuloma pouch on rats. The results showed that balm sticks which contained 10% Nigella sativa
could overcome both acute and sub-acute inflammation showing by high oedema inhibition (60.64%),
low leucocytes count (43.55% lower than control) as well as a notable TNF-� concentration (50%
lower than control) on the inflamed area. In conclusion, topical application of a Nigella sativa balm
stick was effective for both acute and sub-acute forms of inflammation.

The Anti-Inflammatory Activity of Nigella sativa Balm Sticks

Nigella sativa oil has been known to have potent anti-inflammatory activity. This research
aimed to determine the anti-inflammation activity of Nigella sativa oil in a simple balm stick by topical
application. The activity was checked using two methods: carrageenan-induced paw oedema and
granuloma pouch on rats. The results showed that balm sticks which contained 10% Nigella sativa
could overcome both acute and sub-acute inflammation showing by high oedema inhibition (60.64%),
low leucocytes count (43.55% lower than control) as well as a notable TNF-� concentration (50%
lower than control) on the inflamed area. In conclusion, topical application of a Nigella sativa balm
stick was effective for both acute and sub-acute forms of inflammation.

HKSA dan Penambatan Molekuler Senyawa Turunan Kumarin sebagai Anti Kanker Kolon

Senyawa turunan kumarin menunjukkan aktivitas anti koagulasi darah, menghambat kerja enzim, antimikroba, antibiotik, dan anti kanker dengan mengganggu sintesa DNA/RNA. Penelitian ini bertujuan memperoleh hubungan kuantitatif struktur-aktivitas senyawa turunan kumarin terhadap reseptor kanker kolon dengan pendekatan Hansch melalui analisis multilinear, untuk dapat melakukan modifikasi senyawa berdasarkan persamaan HKSA dalam usaha memperbesar potensi dan selektifitas obat. Metode: Deskriptor yang terpilih mewakili parameter elektronik,hidrofobik dan sterik. Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan Autodock Vina untuk menganalisa interaksi dari turunan kumarin terhadap enzim Topoisomerase II. Hasil: Hasil persamaan HKSA yang didapat telah tervalidasi dengan metode LOO (Leave One Out) adalah Log IC50= -4.047+(0.496 x AM1_dipol) + (-0.089 x AM1_HOMO) + (0.899 x logP(o/w)) + (0.903 x logS) + (0.351 x mr). Hasil penelitian menunjukkan IC50 prediksi dari senyawa yang di modifikasi (MOD2) dengan subtituen NO2 mempunyai aktivitas terbaik dengan (ΔGbind) terendah (-8.8 Kcal/mol) dan memiliki IC50 prediksi terkecil yaitu 1.0897 μM dibandingkan IC50 lead compound (C14) yaitu 1.77 μM. Kesimpulan: Senyawa yang telah dimodifikasi (MOD2) memperlihatkan interaksi yang baik dengan reseptor kanker Topoisomerase II dengan menghasilkan energi bebas sebesar -8,8 kcal/mol.

HKSA dan Penambatan Molekuler Senyawa Turunan Kumarin sebagai Anti Kanker Kolon

Senyawa turunan kumarin menunjukkan aktivitas anti koagulasi darah, menghambat kerja enzim, antimikroba, antibiotik, dan anti kanker dengan mengganggu sintesa DNA/RNA. Penelitian ini bertujuan memperoleh hubungan kuantitatif struktur-aktivitas senyawa turunan kumarin terhadap reseptor kanker kolon dengan pendekatan Hansch melalui analisis multilinear, untuk dapat melakukan modifikasi senyawa berdasarkan persamaan HKSA dalam usaha memperbesar potensi dan selektifitas obat. Metode: Deskriptor yang terpilih mewakili parameter elektronik,hidrofobik dan sterik. Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan Autodock Vina untuk menganalisa interaksi dari turunan kumarin terhadap enzim Topoisomerase II. Hasil: Hasil persamaan HKSA yang didapat telah tervalidasi dengan metode LOO (Leave One Out) adalah Log IC50= -4.047+(0.496 x AM1_dipol) + (-0.089 x AM1_HOMO) + (0.899 x logP(o/w)) + (0.903 x logS) + (0.351 x mr). Hasil penelitian menunjukkan IC50 prediksi dari senyawa yang di modifikasi (MOD2) dengan subtituen NO2 mempunyai aktivitas terbaik dengan (ΔGbind) terendah (-8.8 Kcal/mol) dan memiliki IC50 prediksi terkecil yaitu 1.0897 μM dibandingkan IC50 lead compound (C14) yaitu 1.77 μM. Kesimpulan: Senyawa yang telah dimodifikasi (MOD2) memperlihatkan interaksi yang baik dengan reseptor kanker Topoisomerase II dengan menghasilkan energi bebas sebesar -8,8 kcal/mol.

The Anti-Inflammatory Activity of Nigella sativa Balm Sticks

Nigella sativa oil has been known to have potent anti-inflammatory activity. This research
aimed to determine the anti-inflammation activity of Nigella sativa oil in a simple balm stick by topical
application. The activity was checked using two methods: carrageenan-induced paw oedema and
granuloma pouch on rats. The results showed that balm sticks which contained 10% Nigella sativa
could overcome both acute and sub-acute inflammation showing by high oedema inhibition (60.64%),
low leucocytes count (43.55% lower than control) as well as a notable TNF-� concentration (50%
lower than control) on the inflamed area. In conclusion, topical application of a Nigella sativa balm
stick was effective for both acute and sub-acute forms of inflammation.