Kelompok enzim protease yaitu papain dan bromelin mampu menguraikan struktur molekul protein menjadi asam amino sangat bermanfaat dalam berbagai macam bidang terutama industri makanan dan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil berat molekul enzim bromelin dari kulit buah nanas (Ananas comosus L. Merr) dan papain (Carica papaya L.) dari getah pepaya yang berbeda varietas dengan menggunakan metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis). Presipitasi dilakukan dengan penambahan amonium sulfat ((NH4)2SO4)) 60 % dan dialisis enzim menggunakan tabung selofan dengan ukuran pori 12.000 Dalton. Selanjutnya, berat molekul larutan enzim hasil dialisis ditentukan dengan metode SDS-PAGE. Hasil analisis berat molekul enzim bromelin varietas Bogor dan Subang tidak berbeda yaitu berkisar 30,654 kDa, begitu juga dengan enzim papain varietas California dan Sukma tidak berbeda yaitu berkisar 23,485 kDa. Dapat disimpulkan varietas buah yang berbeda pada nanas dan pepaya tidak berpengaruh terhadap berat molekul enzim bromelin dan papain.
In silico toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds by using Toxtree, pkCSM and preADMET
The 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds are alkaloids of quinozoline class found in many Hydrangeaceae families. A survey revealed that most of the identified quinazoline derivatives have anticancer activity. Toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanols compounds were performed to obtain the best three compounds with high activity and the lowest toxicity. Toxicity prediction was conducted using Toxtree, pkCSM and PreADMET. The 2D structure of compounds were formed using ChemDraw. The decision tree approach was used in Toxtree application with endpoints including Cramer rules, Kroes TTC, carcinogenicity (genotoxic and non genotoxic) and in vitro mutagenicity. Graph based signature was used in pkCSM application with endpoints including mutagenicity, maximum daily dose, LD50 and hepatotoxicity. In PreADMET application, a method based on drugs similarity and ADMET properties was used with endpoints including mutagenicity, carcinogenicity to rat and mice. The results of data analysis showed that the best three anticancer compounds that have high activity and the lowest toxicity are compounds 14, 16 and 19.
In silico toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds by using Toxtree, pkCSM and preADMET
The 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds are alkaloids of quinozoline class found in many Hydrangeaceae families. A survey revealed that most of the identified quinazoline derivatives have anticancer activity. Toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanols compounds were performed to obtain the best three compounds with high activity and the lowest toxicity. Toxicity prediction was conducted using Toxtree, pkCSM and PreADMET. The 2D structure of compounds were formed using ChemDraw. The decision tree approach was used in Toxtree application with endpoints including Cramer rules, Kroes TTC, carcinogenicity (genotoxic and non genotoxic) and in vitro mutagenicity. Graph based signature was used in pkCSM application with endpoints including mutagenicity, maximum daily dose, LD50 and hepatotoxicity. In PreADMET application, a method based on drugs similarity and ADMET properties was used with endpoints including mutagenicity, carcinogenicity to rat and mice. The results of data analysis showed that the best three anticancer compounds that have high activity and the lowest toxicity are compounds 14, 16 and 19.
In silico toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds by using Toxtree, pkCSM and preADMET
The 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds are alkaloids of quinozoline class found in many Hydrangeaceae families. A survey revealed that most of the identified quinazoline derivatives have anticancer activity. Toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanols compounds were performed to obtain the best three compounds with high activity and the lowest toxicity. Toxicity prediction was conducted using Toxtree, pkCSM and PreADMET. The 2D structure of compounds were formed using ChemDraw. The decision tree approach was used in Toxtree application with endpoints including Cramer rules, Kroes TTC, carcinogenicity (genotoxic and non genotoxic) and in vitro mutagenicity. Graph based signature was used in pkCSM application with endpoints including mutagenicity, maximum daily dose, LD50 and hepatotoxicity. In PreADMET application, a method based on drugs similarity and ADMET properties was used with endpoints including mutagenicity, carcinogenicity to rat and mice. The results of data analysis showed that the best three anticancer compounds that have high activity and the lowest toxicity are compounds 14, 16 and 19.
Pembuatan Sabun Scrub Kopi sebagai Produk Souvenir Komoditas Lokal di Desa Kaliaren Kabupaten Kuningan
Peningkatan serapan kopi oleh industri merupakan strategi yang perlu dilakukan dalam memperluas
diversifikasi produk kopi. Serapan kopi produksi Indonesia berkisar sekitar 35% dan sisanya masih diekspor.
Desa Kaliaren merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan yang wilayahnya
banyak ditanami kopi. Selama ini, penjualaan kopi oleh para petani secara langsung hanya dalam kondisi
segar. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu usaha untuk memvariasikan produk olahan kopi setempat.
Salah satu usaha tersebut adalah memberdayakan masyarakat agar mampu secara mandiri memanfaatkan
potensi daerahnya yaitu dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai wirausaha dan teknologi tepat guna
proses pembuatan sabun scrub kopi yang dapat dijadikan produk souvenir komoditas lokal. Dari hasil
kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Kegiatan PKM ini dapat meningkatkan
motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna
untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk sabun scrub; (2) Peserta pelatihan kelompok ibu-ibu PKK
dan KWT telah mengikuti serangkaian kegiatan pembuatan sabun scrub selanjutnya perlu dikembangkan
kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun scrub ke depannya.
In silico toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds by using Toxtree, pkCSM and preADMET
The 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds are alkaloids of quinozoline class found in many Hydrangeaceae families. A survey revealed that most of the identified quinazoline derivatives have anticancer activity. Toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanols compounds were performed to obtain the best three compounds with high activity and the lowest toxicity. Toxicity prediction was conducted using Toxtree, pkCSM and PreADMET. The 2D structure of compounds were formed using ChemDraw. The decision tree approach was used in Toxtree application with endpoints including Cramer rules, Kroes TTC, carcinogenicity (genotoxic and non genotoxic) and in vitro mutagenicity. Graph based signature was used in pkCSM application with endpoints including mutagenicity, maximum daily dose, LD50 and hepatotoxicity. In PreADMET application, a method based on drugs similarity and ADMET properties was used with endpoints including mutagenicity, carcinogenicity to rat and mice. The results of data analysis showed that the best three anticancer compounds that have high activity and the lowest toxicity are compounds 14, 16 and 19.
Pembuatan Sabun Scrub Kopi sebagai Produk Souvenir Komoditas Lokal di Desa Kaliaren Kabupaten Kuningan
Peningkatan serapan kopi oleh industri merupakan strategi yang perlu dilakukan dalam memperluas
diversifikasi produk kopi. Serapan kopi produksi Indonesia berkisar sekitar 35% dan sisanya masih diekspor.
Desa Kaliaren merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan yang wilayahnya
banyak ditanami kopi. Selama ini, penjualaan kopi oleh para petani secara langsung hanya dalam kondisi
segar. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu usaha untuk memvariasikan produk olahan kopi setempat.
Salah satu usaha tersebut adalah memberdayakan masyarakat agar mampu secara mandiri memanfaatkan
potensi daerahnya yaitu dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai wirausaha dan teknologi tepat guna
proses pembuatan sabun scrub kopi yang dapat dijadikan produk souvenir komoditas lokal. Dari hasil
kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Kegiatan PKM ini dapat meningkatkan
motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna
untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk sabun scrub; (2) Peserta pelatihan kelompok ibu-ibu PKK
dan KWT telah mengikuti serangkaian kegiatan pembuatan sabun scrub selanjutnya perlu dikembangkan
kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun scrub ke depannya.
Pembuatan Sabun Scrub Kopi sebagai Produk Souvenir Komoditas Lokal di Desa Kaliaren Kabupaten Kuningan
Peningkatan serapan kopi oleh industri merupakan strategi yang perlu dilakukan dalam memperluas
diversifikasi produk kopi. Serapan kopi produksi Indonesia berkisar sekitar 35% dan sisanya masih diekspor.
Desa Kaliaren merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan yang wilayahnya
banyak ditanami kopi. Selama ini, penjualaan kopi oleh para petani secara langsung hanya dalam kondisi
segar. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu usaha untuk memvariasikan produk olahan kopi setempat.
Salah satu usaha tersebut adalah memberdayakan masyarakat agar mampu secara mandiri memanfaatkan
potensi daerahnya yaitu dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai wirausaha dan teknologi tepat guna
proses pembuatan sabun scrub kopi yang dapat dijadikan produk souvenir komoditas lokal. Dari hasil
kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Kegiatan PKM ini dapat meningkatkan
motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna
untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk sabun scrub; (2) Peserta pelatihan kelompok ibu-ibu PKK
dan KWT telah mengikuti serangkaian kegiatan pembuatan sabun scrub selanjutnya perlu dikembangkan
kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun scrub ke depannya.
Pembuatan Sabun Scrub Kopi sebagai Produk Souvenir Komoditas Lokal di Desa Kaliaren Kabupaten Kuningan
Peningkatan serapan kopi oleh industri merupakan strategi yang perlu dilakukan dalam memperluas
diversifikasi produk kopi. Serapan kopi produksi Indonesia berkisar sekitar 35% dan sisanya masih diekspor.
Desa Kaliaren merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan yang wilayahnya
banyak ditanami kopi. Selama ini, penjualaan kopi oleh para petani secara langsung hanya dalam kondisi
segar. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu usaha untuk memvariasikan produk olahan kopi setempat.
Salah satu usaha tersebut adalah memberdayakan masyarakat agar mampu secara mandiri memanfaatkan
potensi daerahnya yaitu dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai wirausaha dan teknologi tepat guna
proses pembuatan sabun scrub kopi yang dapat dijadikan produk souvenir komoditas lokal. Dari hasil
kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Kegiatan PKM ini dapat meningkatkan
motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna
untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk sabun scrub; (2) Peserta pelatihan kelompok ibu-ibu PKK
dan KWT telah mengikuti serangkaian kegiatan pembuatan sabun scrub selanjutnya perlu dikembangkan
kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun scrub ke depannya.
Neuropharmacological activity of nut grass (Cyperus Rotundus L.) rhizome fraction
The flavonoids content of Cyperus rotundus rhizomes is presumed to show activities on a central nervous system involving GABAergik. This research aimed to further investigate the neuropharmacological properties of Cyperus rotundus rhizomes fraction by measuring their hypnotic-sedative and anticonvulsant activities. The exploratory behavior test was performed using the hole-board method, while the motor coordination was assessed using the rotarod test. The results showed that the 70% ethanol fraction of Cyperus rotundus rhizome exhibited significant neuropharmacological activities (p 0.05). In conclusion, Cyperus rotundus rhizome appeared as potent neuropharmacological drug candidate with abilities comparable to synthetic drugs.