Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera jaringan yang melibatkan proses fisiologis aktivasi enzim
siklooksigenase (COX) yang memiliki dua isoform yaitu enzim siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-
2 (COX-2). Penggunaan obat antiinflamasi golongan Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) dan golongan steroid
mempunyai efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
delapan senyawa alkaloid aktif herba bakung putih (Crinum asiaticum L.) untuk digunakan sebagai antiinflamasi
dengan cara menghambat enzim COX-1 dan COX-2. Metode penambatan molekul (molecular docking) untuk
prediksi struktur kompleks senyawa-protein yang dinamakan docking ligan-protein menggunakan software
PLANTS 1.2. dimana skor ChemPLP terendah yang merupakan energy bebas adalah parameter penambatan
molekul. Senyawa herba bakung putih yang memperoleh skor CHEMPLP terendah yaitu hippadine -83.3684
Kkal/mol dan pratorimin -83.2661 Kkal/mol serta pembanding aspirin -67.3292 Kkal/mol dan paracetamol –
66.3535 Kkal/mol. Penambatan molekul pada COX-2 menunjukkan lycobetaine -87.3991 Kkal/mol lebih rendah
daripada senyawa pembanding celecoxib -85.3729 Kkal/mol terhadap reseptor siklooksigenase-2 (COX-2). Hasil
ini menunjukkan senyawa alkaloid bakung putih hippadin, pratorimin dan lycobetaine memiliki afinitas dan
kestabilan yang lebih baik dibandingkan dengan senyawa pembanding. Hasil drug scan, hippadin, pratorimin
dan lycobetain memenuhi kriteria untuk dijadikan sediaan dalam bentuk oral. Dapat disimpulkan senyawa herba
bakung putih diprediksi memiliki potensi sebagai senyawa antiinflamasi.
Tag: jakarta
Studi In Silico Senyawa Alkaloid Herba Bakung Putih (Crinum Asiaticum L.) pada Penghambatan Enzim Siklooksigenase (COX)
Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera jaringan yang melibatkan proses fisiologis aktivasi enzim
siklooksigenase (COX) yang memiliki dua isoform yaitu enzim siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-
2 (COX-2). Penggunaan obat antiinflamasi golongan Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) dan golongan steroid
mempunyai efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
delapan senyawa alkaloid aktif herba bakung putih (Crinum asiaticum L.) untuk digunakan sebagai antiinflamasi
dengan cara menghambat enzim COX-1 dan COX-2. Metode penambatan molekul (molecular docking) untuk
prediksi struktur kompleks senyawa-protein yang dinamakan docking ligan-protein menggunakan software
PLANTS 1.2. dimana skor ChemPLP terendah yang merupakan energy bebas adalah parameter penambatan
molekul. Senyawa herba bakung putih yang memperoleh skor CHEMPLP terendah yaitu hippadine -83.3684
Kkal/mol dan pratorimin -83.2661 Kkal/mol serta pembanding aspirin -67.3292 Kkal/mol dan paracetamol –
66.3535 Kkal/mol. Penambatan molekul pada COX-2 menunjukkan lycobetaine -87.3991 Kkal/mol lebih rendah
daripada senyawa pembanding celecoxib -85.3729 Kkal/mol terhadap reseptor siklooksigenase-2 (COX-2). Hasil
ini menunjukkan senyawa alkaloid bakung putih hippadin, pratorimin dan lycobetaine memiliki afinitas dan
kestabilan yang lebih baik dibandingkan dengan senyawa pembanding. Hasil drug scan, hippadin, pratorimin
dan lycobetain memenuhi kriteria untuk dijadikan sediaan dalam bentuk oral. Dapat disimpulkan senyawa herba
bakung putih diprediksi memiliki potensi sebagai senyawa antiinflamasi.
PROFIL BERAT MOLEKUL ENZIM PROTEASE BUAH NANAS (Ananas comosus L.Merr) DAN PEPAYA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN METODE SDS-PAGE
Kelompok enzim protease yaitu papain dan bromelin mampu menguraikan struktur molekul protein menjadi asam amino sangat bermanfaat dalam berbagai macam bidang terutama industri makanan dan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil berat molekul enzim bromelin dari kulit buah nanas (Ananas comosus L. Merr) dan papain (Carica papaya L.) dari getah pepaya yang berbeda varietas dengan menggunakan metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis). Presipitasi dilakukan dengan penambahan amonium sulfat ((NH4)2SO4)) 60 % dan dialisis enzim menggunakan tabung selofan dengan ukuran pori 12.000 Dalton. Selanjutnya, berat molekul larutan enzim hasil dialisis ditentukan dengan metode SDS-PAGE. Hasil analisis berat molekul enzim bromelin varietas Bogor dan Subang tidak berbeda yaitu berkisar 30,654 kDa, begitu juga dengan enzim papain varietas California dan Sukma tidak berbeda yaitu berkisar 23,485 kDa. Dapat disimpulkan varietas buah yang berbeda pada nanas dan pepaya tidak berpengaruh terhadap berat molekul enzim bromelin dan papain.
Studi In Silico Senyawa Alkaloid Herba Bakung Putih (Crinum Asiaticum L.) pada Penghambatan Enzim Siklooksigenase (COX)
Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera jaringan yang melibatkan proses fisiologis aktivasi enzim
siklooksigenase (COX) yang memiliki dua isoform yaitu enzim siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-
2 (COX-2). Penggunaan obat antiinflamasi golongan Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) dan golongan steroid
mempunyai efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
delapan senyawa alkaloid aktif herba bakung putih (Crinum asiaticum L.) untuk digunakan sebagai antiinflamasi
dengan cara menghambat enzim COX-1 dan COX-2. Metode penambatan molekul (molecular docking) untuk
prediksi struktur kompleks senyawa-protein yang dinamakan docking ligan-protein menggunakan software
PLANTS 1.2. dimana skor ChemPLP terendah yang merupakan energy bebas adalah parameter penambatan
molekul. Senyawa herba bakung putih yang memperoleh skor CHEMPLP terendah yaitu hippadine -83.3684
Kkal/mol dan pratorimin -83.2661 Kkal/mol serta pembanding aspirin -67.3292 Kkal/mol dan paracetamol –
66.3535 Kkal/mol. Penambatan molekul pada COX-2 menunjukkan lycobetaine -87.3991 Kkal/mol lebih rendah
daripada senyawa pembanding celecoxib -85.3729 Kkal/mol terhadap reseptor siklooksigenase-2 (COX-2). Hasil
ini menunjukkan senyawa alkaloid bakung putih hippadin, pratorimin dan lycobetaine memiliki afinitas dan
kestabilan yang lebih baik dibandingkan dengan senyawa pembanding. Hasil drug scan, hippadin, pratorimin
dan lycobetain memenuhi kriteria untuk dijadikan sediaan dalam bentuk oral. Dapat disimpulkan senyawa herba
bakung putih diprediksi memiliki potensi sebagai senyawa antiinflamasi.
PROFIL BERAT MOLEKUL ENZIM PROTEASE BUAH NANAS (Ananas comosus L.Merr) DAN PEPAYA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN METODE SDS-PAGE
Kelompok enzim protease yaitu papain dan bromelin mampu menguraikan struktur molekul protein menjadi asam amino sangat bermanfaat dalam berbagai macam bidang terutama industri makanan dan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil berat molekul enzim bromelin dari kulit buah nanas (Ananas comosus L. Merr) dan papain (Carica papaya L.) dari getah pepaya yang berbeda varietas dengan menggunakan metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis). Presipitasi dilakukan dengan penambahan amonium sulfat ((NH4)2SO4)) 60 % dan dialisis enzim menggunakan tabung selofan dengan ukuran pori 12.000 Dalton. Selanjutnya, berat molekul larutan enzim hasil dialisis ditentukan dengan metode SDS-PAGE. Hasil analisis berat molekul enzim bromelin varietas Bogor dan Subang tidak berbeda yaitu berkisar 30,654 kDa, begitu juga dengan enzim papain varietas California dan Sukma tidak berbeda yaitu berkisar 23,485 kDa. Dapat disimpulkan varietas buah yang berbeda pada nanas dan pepaya tidak berpengaruh terhadap berat molekul enzim bromelin dan papain.
PROFIL BERAT MOLEKUL ENZIM PROTEASE BUAH NANAS (Ananas comosus L.Merr) DAN PEPAYA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN METODE SDS-PAGE
Kelompok enzim protease yaitu papain dan bromelin mampu menguraikan struktur molekul protein menjadi asam amino sangat bermanfaat dalam berbagai macam bidang terutama industri makanan dan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil berat molekul enzim bromelin dari kulit buah nanas (Ananas comosus L. Merr) dan papain (Carica papaya L.) dari getah pepaya yang berbeda varietas dengan menggunakan metode SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Electrophoresis). Presipitasi dilakukan dengan penambahan amonium sulfat ((NH4)2SO4)) 60 % dan dialisis enzim menggunakan tabung selofan dengan ukuran pori 12.000 Dalton. Selanjutnya, berat molekul larutan enzim hasil dialisis ditentukan dengan metode SDS-PAGE. Hasil analisis berat molekul enzim bromelin varietas Bogor dan Subang tidak berbeda yaitu berkisar 30,654 kDa, begitu juga dengan enzim papain varietas California dan Sukma tidak berbeda yaitu berkisar 23,485 kDa. Dapat disimpulkan varietas buah yang berbeda pada nanas dan pepaya tidak berpengaruh terhadap berat molekul enzim bromelin dan papain.
In silico toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds by using Toxtree, pkCSM and preADMET
The 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds are alkaloids of quinozoline class found in many Hydrangeaceae families. A survey revealed that most of the identified quinazoline derivatives have anticancer activity. Toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanols compounds were performed to obtain the best three compounds with high activity and the lowest toxicity. Toxicity prediction was conducted using Toxtree, pkCSM and PreADMET. The 2D structure of compounds were formed using ChemDraw. The decision tree approach was used in Toxtree application with endpoints including Cramer rules, Kroes TTC, carcinogenicity (genotoxic and non genotoxic) and in vitro mutagenicity. Graph based signature was used in pkCSM application with endpoints including mutagenicity, maximum daily dose, LD50 and hepatotoxicity. In PreADMET application, a method based on drugs similarity and ADMET properties was used with endpoints including mutagenicity, carcinogenicity to rat and mice. The results of data analysis showed that the best three anticancer compounds that have high activity and the lowest toxicity are compounds 14, 16 and 19.
In silico toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds by using Toxtree, pkCSM and preADMET
The 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds are alkaloids of quinozoline class found in many Hydrangeaceae families. A survey revealed that most of the identified quinazoline derivatives have anticancer activity. Toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanols compounds were performed to obtain the best three compounds with high activity and the lowest toxicity. Toxicity prediction was conducted using Toxtree, pkCSM and PreADMET. The 2D structure of compounds were formed using ChemDraw. The decision tree approach was used in Toxtree application with endpoints including Cramer rules, Kroes TTC, carcinogenicity (genotoxic and non genotoxic) and in vitro mutagenicity. Graph based signature was used in pkCSM application with endpoints including mutagenicity, maximum daily dose, LD50 and hepatotoxicity. In PreADMET application, a method based on drugs similarity and ADMET properties was used with endpoints including mutagenicity, carcinogenicity to rat and mice. The results of data analysis showed that the best three anticancer compounds that have high activity and the lowest toxicity are compounds 14, 16 and 19.
In silico toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds by using Toxtree, pkCSM and preADMET
The 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanol compounds are alkaloids of quinozoline class found in many Hydrangeaceae families. A survey revealed that most of the identified quinazoline derivatives have anticancer activity. Toxicity prediction of 1-phenyl-1-(quinazolin-4-yl) ethanols compounds were performed to obtain the best three compounds with high activity and the lowest toxicity. Toxicity prediction was conducted using Toxtree, pkCSM and PreADMET. The 2D structure of compounds were formed using ChemDraw. The decision tree approach was used in Toxtree application with endpoints including Cramer rules, Kroes TTC, carcinogenicity (genotoxic and non genotoxic) and in vitro mutagenicity. Graph based signature was used in pkCSM application with endpoints including mutagenicity, maximum daily dose, LD50 and hepatotoxicity. In PreADMET application, a method based on drugs similarity and ADMET properties was used with endpoints including mutagenicity, carcinogenicity to rat and mice. The results of data analysis showed that the best three anticancer compounds that have high activity and the lowest toxicity are compounds 14, 16 and 19.
Pembuatan Sabun Scrub Kopi sebagai Produk Souvenir Komoditas Lokal di Desa Kaliaren Kabupaten Kuningan
Peningkatan serapan kopi oleh industri merupakan strategi yang perlu dilakukan dalam memperluas
diversifikasi produk kopi. Serapan kopi produksi Indonesia berkisar sekitar 35% dan sisanya masih diekspor.
Desa Kaliaren merupakan salah satu desa di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan yang wilayahnya
banyak ditanami kopi. Selama ini, penjualaan kopi oleh para petani secara langsung hanya dalam kondisi
segar. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu usaha untuk memvariasikan produk olahan kopi setempat.
Salah satu usaha tersebut adalah memberdayakan masyarakat agar mampu secara mandiri memanfaatkan
potensi daerahnya yaitu dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai wirausaha dan teknologi tepat guna
proses pembuatan sabun scrub kopi yang dapat dijadikan produk souvenir komoditas lokal. Dari hasil
kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Kegiatan PKM ini dapat meningkatkan
motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna
untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk sabun scrub; (2) Peserta pelatihan kelompok ibu-ibu PKK
dan KWT telah mengikuti serangkaian kegiatan pembuatan sabun scrub selanjutnya perlu dikembangkan
kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun scrub ke depannya.