DARI KEMERDEKAAN PERS MENUJU PERSAINGAN BISNIS INDUSTRI MEDIA MASSA

Kemerdekaan pers rnerupakan bagian tak terpisahkan dari pesatnya industri media rnassa. Kemerdekaan pers mutlak diperlukan bukan hanya bagi kepentingan pers dalan menciptakan produk yang menarik sesuai kebutuhan masyarakat/ pelanggan, tapi juga merupakan satu wujud kedaulatan rakyat yang berazaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum. Sejarah menunjukkan bahwa kita tidak memiliki budaya atau tradisi melindungi kemerdekaan pers. Pada 7 Agustus 1744 media pertama di Nusantara “Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen” diluncurkan dan dua tahun kemudian surat kabar itu dilarang terbit. Selanjutnya pembredelan terhadap penerbitan pers, yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan kekuasaan menjadi biasa pada zaman pernerintahan kolonial Belanda dan pendudukan jepang

DARI KEMERDEKAAN PERS MENUJU PERSAINGAN BISNIS INDUSTRI MEDIA MASSA

Kemerdekaan pers rnerupakan bagian tak terpisahkan dari pesatnya industri media rnassa. Kemerdekaan pers mutlak diperlukan bukan hanya bagi kepentingan pers dalan menciptakan produk yang menarik sesuai kebutuhan masyarakat/ pelanggan, tapi juga merupakan satu wujud kedaulatan rakyat yang berazaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum. Sejarah menunjukkan bahwa kita tidak memiliki budaya atau tradisi melindungi kemerdekaan pers. Pada 7 Agustus 1744 media pertama di Nusantara “Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen” diluncurkan dan dua tahun kemudian surat kabar itu dilarang terbit. Selanjutnya pembredelan terhadap penerbitan pers, yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan kekuasaan menjadi biasa pada zaman pernerintahan kolonial Belanda dan pendudukan jepang

KOMUNIKASI DAN BUDAYA PELAYANAN DALAM BISNIS

Apa cirri yang kongkrit bahwa sebuah pelayanan dapat dinilai mengandung makna keunggulan komunikasi bisnis dan dirasakan bernilai bagi pelanggan sehingga di benak pelanggan terbangun persepsi positif bahwa pelayanan yang diberikan sangat menyentuh dan telah menjadi budaya perusahaan dalam pelayanan.
Komunikasi bisnis atau dalam kontek pemasaran misalnya merupakan usaha untuk menyampaikan pesan menyadarkan dan meyakinkan konsumen bahwa mereka membutuhkan jasa atau produk yang ditawarkan (sutisna, 2001)

KOMUNIKASI DAN BUDAYA PELAYANAN DALAM BISNIS

Apa cirri yang kongkrit bahwa sebuah pelayanan dapat dinilai mengandung makna keunggulan komunikasi bisnis dan dirasakan bernilai bagi pelanggan sehingga di benak pelanggan terbangun persepsi positif bahwa pelayanan yang diberikan sangat menyentuh dan telah menjadi budaya perusahaan dalam pelayanan.
Komunikasi bisnis atau dalam kontek pemasaran misalnya merupakan usaha untuk menyampaikan pesan menyadarkan dan meyakinkan konsumen bahwa mereka membutuhkan jasa atau produk yang ditawarkan (sutisna, 2001)

KOMUNIKASI DAN BUDAYA PELAYANAN DALAM BISNIS

Apa cirri yang kongkrit bahwa sebuah pelayanan dapat dinilai mengandung makna keunggulan komunikasi bisnis dan dirasakan bernilai bagi pelanggan sehingga di benak pelanggan terbangun persepsi positif bahwa pelayanan yang diberikan sangat menyentuh dan telah menjadi budaya perusahaan dalam pelayanan.
Komunikasi bisnis atau dalam kontek pemasaran misalnya merupakan usaha untuk menyampaikan pesan menyadarkan dan meyakinkan konsumen bahwa mereka membutuhkan jasa atau produk yang ditawarkan (sutisna, 2001)

PROGRAM PELATIHAN RED GLOVE SERVICE CULTURE DAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian menggunakan metode survei kausal dengan teknik analisis jalur. Populasi terjangkau berjumlah 134 orang. Sampel sebanyak 101. Data dihimpun melalui angket berskala Likert, Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap motivasi kerja; 2) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap kinerja karyawan; 3) terdapat pengaruh langsung negative dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. lmplikasi. peningkatan program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja akan meningkatkan kinerja karyawan.

PROGRAM PELATIHAN RED GLOVE SERVICE CULTURE DAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian menggunakan metode survei kausal dengan teknik analisis jalur. Populasi terjangkau berjumlah 134 orang. Sampel sebanyak 101. Data dihimpun melalui angket berskala Likert, Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap motivasi kerja; 2) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap kinerja karyawan; 3) terdapat pengaruh langsung negative dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. lmplikasi. peningkatan program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja akan meningkatkan kinerja karyawan.

PROGRAM PELATIHAN RED GLOVE SERVICE CULTURE DAN MOTIVASI KERJA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian menggunakan metode survei kausal dengan teknik analisis jalur. Populasi terjangkau berjumlah 134 orang. Sampel sebanyak 101. Data dihimpun melalui angket berskala Likert, Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap motivasi kerja; 2) terdapat pengaruh langsung positif program pelatihan Red Glove Service Culture terhadap kinerja karyawan; 3) terdapat pengaruh langsung negative dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. lmplikasi. peningkatan program pelatihan Red Glove Service Culture dan motivasi kerja akan meningkatkan kinerja karyawan.

DARI KEMERDEKAAN PERS MENUJU PERSAINGAN BISNIS INDUSTRI MEDIA MASSA

Kemerdekaan pers rnerupakan bagian tak terpisahkan dari pesatnya industri media rnassa. Kemerdekaan pers mutlak diperlukan bukan hanya bagi kepentingan pers dalan menciptakan produk yang menarik sesuai kebutuhan masyarakat/ pelanggan, tapi juga merupakan satu wujud kedaulatan rakyat yang berazaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum. Sejarah menunjukkan bahwa kita tidak memiliki budaya atau tradisi melindungi kemerdekaan pers. Pada 7 Agustus 1744 media pertama di Nusantara “Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen” diluncurkan dan dua tahun kemudian surat kabar itu dilarang terbit. Selanjutnya pembredelan terhadap penerbitan pers, yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan kekuasaan menjadi biasa pada zaman pernerintahan kolonial Belanda dan pendudukan jepang

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA REDTOP HOTEL & CONVENTION CENTER

This research aims to examine and analyze the effects of leadership style, work motivation and work culture on employee performance at REDTOP Hotel & Convention Center. Type of survey research with descriptive model which is one of quantitative techniques. Population of all employees of REDTOP Hotel & Convention Center. Accidental sampling sampling technique. Determination of samples using Slovin formula found a sample of 148 employees. Multiple linear regression analysis The results showed that the variables of leadership, work motivation and work culture are correlations between independent variables (leadership, work motivation and work culture) to the dependent variable (employee performance) and have a moderate to strong relationship, in addition, the percentage of donation the influence of leadership variables, work motivation and work culture on employee performance is high enough, while the rest is influenced by other variables. Suggestion for further research is, doing research of the influence of career ladder factor, salary, work stress, work environment so that can know which factor more influence to improve employee performance at REDTOP Hotel & Convention Center.