Kegiatan ini hendak mengupayakan permasalahan yang ada pada mitra, dalam rangka mengembangkan usaha
budidaya talas beneng yang memiliki daya saing menuju pengembangan Industri Kreatif. Talas Beneng memiliki
potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan lokal, karena produk ukurannya yang besar dengan
kadar protein tinggi serta warna kuning yang menarik menjadi ciri khas Talas Beneng.
Mitra dalam program ini adalah Kelompok Tani Bina Mandiri, Kelurahan Juhut, Kab. Pandeglang, Banten
berbasis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
Permasalahan yang dialami kelompok mitra adalah: (1) adanya perubahan trend produk talas beneng; (2)
kelompok sasaran belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola budidaya talas; (3) rendahnya
kemampuan kelompok sasaran dalam pemanfaatan teknologi informasi (internet) sebagai sarana memasarkan produk
talas beneng; (4) rendahnya kemampuan SDM terkait manajemen bisnis.
Solusi dalam program ini adalah: (1) pelatihan budidaya (pengelolaan) terhadap kadar asam oksalat talas
beneng; (2) peningkatan kemampuan SDM dalam mengelola budidaya talas beneng; (3) pelatihan penggunaan
teknologi informasi (internet) sebagai sarana pemasaran talas beneng; (4) pelatihan peningkatan kemampuan SDM
terkait bidang manajemen dan keuangan.
Target program adalah meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dalam bidang pengetahun teknik
tanam; bidang manajemen, pemasaran dan keuangan; serta omzet penjualan. Adanya dukungan dari pemerintah
daerah Provinsi Banten, serta kemitraan (industri dan akademis) bersama perusahaan daerah dalam pengembangan
pangan lokal, bisa memacu keragaman produk talas beneng termasuk upaya memasyarakatkannya, sehingga
keberlanjutan unit usaha talas beneng akan terus berjalan sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian
masyarakat serta dapat menyerap tenaga kerja lokal sebesar 30%.
Category: Repository
Untitled
Author : Fitriani, Somariah Abstrak: Download disini !
Untitled
Author : Bunyamin, Bunyamin Abstrak: Download disini !
Untitled
Author : Abstrak: Download disini !
Untitled
Author : Abstrak: Download disini !
PEMANFAATAN AMPAS SARI KACANG HIJAU SEBAGAI SUMBER SERAT PADA PEMBUATAN BROWNIES BERBAHAN DASAR TEPUNG MOCAF
ABSTRACT
This study aims to utilize the dregs of mung bean extract as a source of fiber in the production brownies with mocaf flour-based products. In the preliminary research was conducted testing of moisture, protein, and fiber in the dregs of mung bean extract, with the results respectively 80,1%, 5,25% and 1,06%. In the main study was done brownies formulation with factor I: mocaf comparison with wheat flour, consisting of 3 levels: 3:1, 1:1and 1:0. Factor II is the number of dregs of mung bean extract added (per 100 grams of flour), there are two levels: 50% and 100%. The experimental design used in this study is the Completely Randomized Design with two factors of treatments, totally obtained 6 cookies.The most preferred formulation was formula A (comparison mocaf and flour 3:1, and the dregs of mung bean extract 50%) both in aroma, texture, and taste. The average of aroma score ranged from 3,7 to 5,9 (neutral untill like). The average score of brownies textureranged from 3,4 to 5,3 (neutral to slightly prefer). The mean value of preference for the tasteof products ranging from 3,7 to 5,4 (neutral to slightly prefer). The nutrients contained in the brownies are produced very high. In 100 grams of material contained approximately 504 kcal calories, carbohydrates 47,69 grams, 10,39 grams protein, 27,55 grams of fat and 3,66grams of fiber slightly, so it can be claimed as a source of dietary fiber.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ampas sari kacang hijau sebagai sumber serat pada produk browniesberbahan dasar tepung mocaf. Pada penelitian pendahuluan dilakukan pengujian kadar air, protein, dan serat pada ampas sari kacang hijau, dengan hasil berturut-turut 80,1%, 5,25% dan 1,06%. Pada penelitian utama dilakukan formulasi brownies dengan faktor A berupa perbandingan tepung mocaf dengan terigu, terdiri atas 3 taraf: 3:1, 1:1, dan 1:0. Faktor II adalah jumlah ampas sari kacang hijau (per 100 gram tepung) sebanyak 2 taraf: 50% dan 100%. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah RAL (rancangan acak lengkap) faktorial sehingga diperoleh 6 formula cookies. Formulasi brownies yang paling disukai adalah formula A (perbandingan mocaf dan tepung terigu 3:1, dan ampas sari kacang hijau 50%) baik secara aroma, tekstur, dan rasa. Skor rata-rata aroma brownies berkisar antara 3,7–5,9 (berada pada penilaian aroma netral sampai suka). Skor rata-rata mutu tekstur brownies berkisar antara 3,4 – 5,3 (berada pada penilaian aroma netral sampai agak suka). Rataan nilai kesukaan terhadap rasa produk berkisar antara 3,7-5,4 (berada pada penilaian netral sampai agak suka). Kandungan gizi yang terdapat pada brownies yang dihasilkan sangat tinggi. Dalam 100 gram bahan terkandung kalori sekitar 504 kkal, karbohidrat 47,69 gram, protein 10,39 gram, lemak 27,55 gram, dan serat 3,66 gram sehingga dapat diklaim sebagai pangan sumber serat.
Untitled
Author : Sumardi, Sumardi Abstrak: Download disini !
Untitled
Author : Akmal, Muhammad Abstrak: Download disini !
Untitled
Author : Abstrak: Download disini !
Untitled
Author : Saputra, Hermawan Abstrak: Download disini !